Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim angkat bicara mengenai kerugian sebesar 881 miliar Rupiah yang dialami oleh Dana Pensiun Malaysia (KWAP) akibat dugaan penipuan yang melibatkan startup agritech milik Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan ini disampaikan oleh Anwar Ibrahim, menyoroti dampak serius dari investasi yang berujung merugikan lembaga keuangan negara.
Anwar Ibrahim menyatakan keprihatinannya atas hilangnya dana pensiun yang seharusnya dikelola demi kesejahteraan para pensiunan. Ia mengonfirmasi bahwa KWAP menjadi korban dalam kasus ini, dengan kerugian mencapai jumlah yang signifikan. “Kita amat prihatin dengan apa yang berlaku di mana KWAP telah mengalami kerugian RM243.28 juta (sekitar Rp881 miliar),” ujar Anwar Ibrahim dalam keterangannya di Parlimen Malaysia pada hari Selasa (19/3/2024).
Menurut Perdana Menteri, dana yang hilang tersebut merupakan hasil investasi KWAP pada sebuah startup agritech yang diduga melakukan penipuan. Meskipun tidak merinci identitas startup secara spesifik dalam kutipan tersebut, namun ia mengaitkannya dengan Gibran Rakabuming Raka. Kerugian ini menjadi perhatian serius pemerintah Malaysia karena menyangkut dana publik yang dikelola untuk masa depan para pegawai negeri.
Anwar Ibrahim juga menekankan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti kasus ini. Pemerintah Malaysia berkomitmen untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa investigasi akan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta dan menuntut pertanggungjawaban pihak yang terlibat.
Lebih lanjut, Anwar Ibrahim menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kasus ini. “Saya akan pastikan perkara ini disiasat,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Malaysia dalam menangani dugaan penipuan yang merugikan aset negara, khususnya dana pensiun yang krusial bagi para pensiunan.
