Persebaya Surabaya menunjukkan ketajamannya dalam memanfaatkan situasi bola mati selama periode pramusim. Keunggulan ini menjadi sorotan menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 Indonesia, di mana pelatih Bernardo Tavares memiliki pekerjaan rumah besar untuk membenahi organisasi permainan tim secara keseluruhan.
Tim berjuluk Bajol Ijo ini berhasil memanfaatkan bola mati secara efektif, menghasilkan gol-gol penting yang memperlihatkan potensi serangan mereka dari situasi set-piece. Namun, di balik performa impresif dalam bola mati, Tavares menyadari adanya area yang perlu perbaikan signifikan, terutama dalam hal koordinasi dan struktur permainan tim.
Pelatih asal Portugal tersebut secara terbuka mengakui bahwa fokus utamanya saat ini adalah membangun fondasi tim yang kuat dari segi organisasi permainan. “Kami harus memperbaiki organisasi permainan kami. Ini adalah hal yang paling penting bagi kami,” ujar Tavares, menegaskan prioritasnya dalam mempersiapkan tim menghadapi kompetisi yang akan datang.
Tavares menambahkan bahwa meskipun keunggulan dalam bola mati patut diapresiasi, hal itu tidak cukup untuk menjamin kesuksesan dalam jangka panjang. Ia menekankan pentingnya transisi yang baik antar lini, pertahanan yang solid, serta kemampuan tim untuk mengontrol jalannya pertandingan secara keseluruhan. Perbaikan ini diharapkan dapat membuat Persebaya menjadi tim yang lebih komplet dan sulit dikalahkan.
Persiapan matang menuju Super League 2026/2027 menjadi krusial bagi Persebaya. Dengan sisa waktu yang ada, Tavares dan staf pelatihnya akan bekerja keras untuk meminimalisir kelemahan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki para pemain. Penguatan organisasi permainan diharapkan menjadi kunci agar Persebaya mampu bersaing di papan atas kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
