Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara tegas mengonfirmasi bahwa rencana untuk menjual saham kompetisi di bawah naungan FIFA, termasuk Piala Dunia, tidak akan dilanjutkan. Keputusan ini mengakhiri spekulasi yang sempat beredar mengenai potensi komersialisasi lebih lanjut dari turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Infantino menyatakan bahwa FIFA telah mengambil sikap final terkait proposal tersebut. “Kami tidak akan menjual saham di Piala Dunia atau kompetisi lainnya,” ujar Infantino dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, 14 Mei 2024. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen badan sepak bola dunia untuk menjaga integritas dan kepemilikan atas aset-aset utamanya.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa FIFA tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk meningkatkan pendapatan, termasuk kemungkinan menjual saham minoritas dari hak komersial Piala Dunia. Proposal ini dikabarkan menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam rapat Dewan FIFA. Namun, dengan penegasan dari Infantino, opsi tersebut kini tertutup rapat.
Presiden FIFA menambahkan, “Kami harus memastikan bahwa kami memiliki kendali penuh atas semua kompetisi kami.” Penekanan pada kendali penuh ini mengindikasikan kekhawatiran FIFA terhadap potensi hilangnya pengaruh atau kontrol strategis jika sebagian saham kompetisi dijual kepada pihak eksternal. Hal ini juga sejalan dengan visi FIFA untuk terus memajukan sepak bola secara global.
Keputusan ini disambut baik oleh berbagai pihak yang mengkhawatirkan dampak komersialisasi berlebihan terhadap esensi olahraga. FIFA sendiri tercatat memiliki sejarah panjang dalam mengelola hak siar dan sponsor Piala Dunia, namun penjualan saham merupakan langkah yang lebih jauh dan berpotensi mengubah lanskap kepemilikan aset sepak bola internasional.
Melalui penolakan proposal ini, FIFA berupaya untuk mempertahankan fokus pada pengembangan sepak bola di seluruh dunia, serta memastikan bahwa keuntungan yang dihasilkan dari kompetisi-kompetisi utamanya dapat kembali diinvestasikan untuk kepentingan olahraga, termasuk program-program pengembangan pemain muda dan infrastruktur di negara-negara anggota.
