Saturday, 1 August 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Franco Baresi: Jantung Moral dan Pilar Pertahanan Legendaris AC Milan

Oleh Herfansyah August 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Franco Baresi bukan sekadar kapten, melainkan jiwa dari tim AC Milan yang gemilang. Sebagai bek tengah, ia mendefinisikan era pertahanan Italia dan warisan prestasinya menjadi bukti abadi akan kehebatannya. Bagi penggemar sepak bola di akhir 1980-an dan awal 1990-an, nama Baresi identik dengan posisi bek tengah, dianggap tak tertandingi dan merupakan definisi seni bertahan.

Keunikan Baresi terletak pada gaya bermainnya yang berbeda dari kebanyakan bek lainnya. Meski bertubuh mungil untuk ukuran bek, hanya sekitar 175 cm, dan masih belia, ia telah membuktikan diri sebagai pemain kunci. Pada usia 19 tahun, Baresi meraih scudetto pertamanya bersama AC Milan di bawah asuhan pelatih legendaris Nils Liedholm pada tahun 1979. Era tersebut masih kental dengan filosofi catenaccio, di mana pertahanan biasanya mengandalkan seorang libero, dua bek penjaga ketat, dan bek sayap menyerang.

Namun, Liedholm memiliki pendekatan berbeda. Pelatih asal Swedia ini adalah pionir dalam penerapan marking zonal di Serie A, memandang sepak bola bukan hanya pertarungan fisik, melainkan pengelolaan ruang. Liedholm melihat Baresi sebagai pembaca permainan yang sempurna, bahkan sejak usia muda. Kemampuan ini membuat Baresi menjadi pemain yang selalu tampil, baik di liga domestik, Coppa Italia, maupun kompetisi Eropa seperti Piala UEFA.

Bagikan: Facebook X WhatsApp