Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan sikapnya untuk menentang rencana Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang berencana menjual saham di beberapa kompetisinya kepada investor swasta. Sikap ini sejalan dengan federasi sepak bola Eropa (UEFA) dan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) yang juga telah menyatakan penolakan serupa.
Melalui pernyataan resminya, AFC menegaskan bahwa mereka “berdiri dalam solidaritas” bersama UEFA dan CONCACAF dalam menolak proposal kontroversial tersebut. Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran bersama mengenai potensi dampak jangka panjang terhadap integritas dan pengelolaan sepak bola global.
Rencana FIFA ini, yang dilaporkan telah dibahas sejak awal tahun 2024, mengusulkan adanya kemitraan dengan investor eksternal untuk mengembangkan dan memonetisasi aset komersial dari turnamen-turnamen FIFA. Namun, usulan ini memicu reaksi keras dari sejumlah konfederasi regional yang melihatnya sebagai langkah yang dapat mengkomersialkan sepak bola secara berlebihan dan berpotensi mengancam otonomi organisasi sepak bola.
Kepala Eksekutif UEFA, Theodore Theodoridis, sebelumnya telah menyampaikan keprihatinan mendalam terkait rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa UEFA sangat skeptis terhadap gagasan tersebut dan akan terus menjalin komunikasi erat dengan AFC dan CONCACAF untuk membahas langkah selanjutnya. “Kami telah berkomunikasi secara intensif dengan AFC dan CONCACAF, dan kami akan terus bekerja sama untuk memastikan kepentingan sepak bola Eropa, Asia, dan Amerika dilindungi,” ujar Theodoridis.
Federasi sepak bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) juga telah menyatakan penolakan mereka. Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, menekankan pentingnya menjaga kendali atas aset-aset sepak bola agar tidak jatuh ke tangan pihak yang hanya berorientasi pada keuntungan semata. Ia khawatir bahwa komersialisasi berlebihan dapat mengorbankan nilai-nilai inti dari olahraga tersebut.
Meskipun detail spesifik mengenai proposal FIFA dan persentase saham yang ditawarkan belum sepenuhnya diungkapkan ke publik, penolakan kolektif dari tiga konfederasi besar ini memberikan sinyal kuat bahwa FIFA akan menghadapi tantangan signifikan dalam mewujudkan rencananya. AFC, UEFA, dan CONCACAF berharap FIFA akan mempertimbangkan kembali proposal ini dan mencari model pengelolaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan bagi masa depan sepak bola dunia.
