Sejumlah pengguna aplikasi Threads melaporkan pengalaman mengkhawatirkan terkait akun WhatsApp mereka yang saat ini tengah dalam proses peninjauan hingga berujung pada pemblokiran. Fenomena ini muncul setelah para pengguna tersebut mengirimkan pesan ke nomor kontak yang tidak tersimpan dalam daftar kontak mereka.
Kejadian ini pertama kali mencuat melalui utas (thread) di platform media sosial Threads, di mana pengguna membagikan kronologi dan kekhawatiran mereka. Salah satu pengguna, yang mengaku akun WhatsApp-nya terblokir, menyatakan bahwa kejadian tersebut bermula ketika ia mencoba menghubungi sebuah nomor yang tidak dikenalnya. Tak lama setelah mengirimkan pesan, akunnya justru mendapat peringatan dan akhirnya diblokir oleh WhatsApp.
Menanggapi keluhan yang semakin meluas ini, WhatsApp melalui juru bicaranya memberikan penjelasan terkait kebijakan dan sistem keamanan yang mereka terapkan. Menurut keterangan resmi yang dirilis, WhatsApp memiliki sistem deteksi otomatis yang dirancang untuk mencegah penyalahgunaan platform. Sistem ini secara aktif memantau aktivitas yang berpotensi melanggar syarat layanan, termasuk pengiriman pesan massal atau spam, serta komunikasi dengan nomor yang dilaporkan oleh pengguna lain.
WhatsApp menegaskan bahwa tindakan peninjauan dan pemblokiran akun merupakan bagian dari upaya mereka untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna. “Kami mengambil tindakan terhadap akun yang melanggar Syarat Layanan kami,” ujar juru bicara WhatsApp. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi pengguna dari potensi penipuan, phishing, atau aktivitas berbahaya lainnya yang mungkin dilakukan melalui platform pesan instan tersebut. Pengguna yang akunnya terblokir disarankan untuk mengajukan banding melalui Pusat Bantuan WhatsApp jika mereka merasa pemblokiran tersebut tidak beralasan.
Meskipun demikian, laporan dari pengguna Threads ini menimbulkan pertanyaan mengenai sensitivitas sistem deteksi WhatsApp terhadap interaksi dengan nomor baru. Beberapa pengguna merasa bahwa kebijakan tersebut terlalu ketat dan berpotensi menghambat komunikasi yang sah, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai penjual atau individu yang sering berinteraksi dengan pelanggan baru. Diskusi di Threads pun ramai membahas cara agar terhindar dari pemblokiran, termasuk saran untuk menyimpan nomor terlebih dahulu sebelum mengirim pesan atau menggunakan fitur pesan sekali klik melalui tautan.
