Federasi sepak bola dunia, FIFA, merencanakan peningkatan pendapatan finansial melalui strategi ambisius yang mencakup penyelenggaraan lebih banyak turnamen, kenaikan harga tiket, serta pemanfaatan pembiayaan utang. Rencana ini terungkap dalam dokumen presentasi setebal 25 halaman yang disiapkan oleh JP Morgan, yang dilihat oleh The Guardian. Dokumen berjudul “Fifa Forward Enterprise Member Materials” ini menjadi dasar lobi FIFA kepada anggota-anggotanya untuk menyetujui penjualan hak komersial Piala Dunia.
Salah satu poin krusial dalam presentasi tersebut adalah gagasan pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola operasional komersial FIFA. Dari perusahaan baru ini, sebesar 20% sahamnya akan dijual kepada investor Amerika Serikat, Joshua Kushner. Joshua Kushner sendiri merupakan adik ipar dari Jared Kushner, menantu mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dokumen yang dirilis oleh FIFA ini secara eksplisit menyebutkan adanya rencana untuk menggandakan jumlah turnamen global. Strategi ini diyakini akan menjadi motor penggerak utama dalam mencapai target pertumbuhan finansial yang diproyeksikan oleh federasi. Kenaikan harga tiket untuk pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan FIFA juga menjadi salah satu komponen penting dalam strategi ini.
Selain itu, FIFA juga mengindikasikan akan menggunakan instrumen pembiayaan utang untuk memuluskan rencana ekspansi dan operasionalnya. Hal ini menunjukkan bahwa federasi siap mengambil langkah finansial yang lebih agresif demi mewujudkan visi jangka panjangnya. Namun, dalam dokumen presentasi ini, tidak ada pembahasan spesifik mengenai pengembangan atau peningkatan peran sepak bola wanita.
