Sejak menukangi Newcastle United pada November 2021, pelatih Eddie Howe telah mengukir catatan yang cukup mencolok. Dalam periode tersebut, hanya empat klub lain yang mampu mengumpulkan poin lebih banyak di Premier League dibandingkan Newcastle. Namun, performa tim pada musim lalu menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan ekspektasi.
Ketika Howe mengambil alih kemudi Newcastle, klub berjuluk The Magpies ini terpuruk di peringkat 19 klasemen Premier League, tanpa kemenangan satupun dari 11 pertandingan awal. Kehadirannya membawa angin segar, berhasil mengerek posisi tim ke peringkat 11 di akhir musim tersebut. Musim berikutnya, Newcastle mengakhiri kompetisi di posisi ke-12.
Perjalanan Newcastle di bawah asuhan Howe dapat digambarkan sebagai sebuah lintasan yang dinamis. Berbeda dengan klub seperti Crystal Palace yang cenderung stabil di rentang peringkat 10 hingga 15 selama 13 musim terakhir, Newcastle menunjukkan fluktuasi yang lebih signifikan.
Data Premier League menunjukkan bahwa sejak November 2021, Newcastle United telah mengumpulkan 163 poin. Angka ini menempatkan mereka di posisi kelima dalam perolehan poin liga selama periode tersebut. Tim-tim yang berada di atas Newcastle adalah Manchester City (190 poin), Arsenal (185 poin), Liverpool (179 poin), dan Tottenham Hotspur (170 poin). Sementara itu, hanya selisih satu poin dari Manchester United yang berada di posisi keenam dengan 162 poin.
Namun, jika dilihat secara spesifik pada musim 2022/2023, Newcastle United hanya mampu mengumpulkan 71 poin. Perolehan ini menempatkan mereka di posisi keempat klasemen liga, namun lebih rendah dibandingkan pencapaian 77 poin pada musim sebelumnya yang berakhir di peringkat keempat.
Meskipun demikian, Howe patut diapresiasi atas kemampuannya mentransformasi Newcastle dari tim juru kunci menjadi penantang serius di papan atas Premier League. Kedatangannya disambut dengan optimisme, dan ia berhasil memberikan harapan baru bagi para penggemar.
