Rakhine, Myanmar – Tiga warga sipil, termasuk seorang wanita hamil, dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh rezim militer Myanmar di negara bagian Rakhine. Peristiwa tragis ini juga menyebabkan 27 orang lainnya menderita luka-luka.
Serangan tersebut terjadi pada hari Minggu, 26 Mei 2024, di sebuah desa di wilayah Maungdaw, yang berbatasan dengan Bangladesh. Laporan awal menyebutkan bahwa serangan itu menargetkan sebuah tempat ibadah, yang saat itu sedang dipenuhi oleh warga setempat.
Menurut saksi mata yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan, pesawat tempur junta militer menjatuhkan bom beberapa kali di area tersebut. “Kami sedang beribadah ketika tiba-tiba terdengar suara ledakan keras. Kami tidak tahu apa yang terjadi, hanya melihat kepanikan dan asap di mana-mana,” ujar salah seorang warga yang selamat.
Korban tewas termasuk seorang wanita yang sedang hamil tua, yang jenazahnya ditemukan di antara puing-puing bangunan. Selain itu, tiga anak-anak juga dilaporkan mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Para korban luka segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Pihak junta militer Myanmar belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan ini. Namun, laporan dari berbagai organisasi kemanusiaan yang beroperasi di wilayah tersebut mengindikasikan peningkatan kekerasan di Rakhine dalam beberapa bulan terakhir.
Konflik di Myanmar semakin memburuk sejak kudeta militer pada Februari 2021. Kelompok etnis bersenjata dan pasukan perlawanan rakyat semakin intensif melakukan perlawanan terhadap kekuasaan junta. Wilayah Rakhine sendiri telah lama menjadi episentrum ketegangan etnis, terutama terkait nasib etnis Rohingya.
Serangan terhadap warga sipil, apalagi di tempat ibadah, menuai kecaman keras dari komunitas internasional. Berbagai negara dan organisasi hak asasi manusia mendesak agar kekerasan di Myanmar segera dihentikan dan para pelaku kejahatan perang diadili.
