Tim pencari gabungan masih berupaya menemukan korban selamat di reruntuhan Mal Aeon yang ambruk pasca gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut. Insiden tragis ini terjadi di tengah kepanikan akibat guncangan kuat yang melanda beberapa kota di Jepang.
Gempa bumi yang berpusat di lepas pantai Pasifik Jepang ini memicu gelombang kepanikan dan kerusakan signifikan, termasuk insiden ledakan yang dilaporkan terjadi di Mal Aeon. Belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab pasti ledakan tersebut, namun dugaan awal mengarah pada kerusakan infrastruktur akibat gempa.
“Kami masih melakukan evakuasi dan mencari siapa saja yang mungkin terjebak di dalam. Prioritas utama kami adalah keselamatan,” ujar seorang petugas SAR yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa timnya bekerja tanpa henti sejak gempa pertama kali terjadi.
Mal Aeon, salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut, mengalami kerusakan parah. Sebagian besar bangunannya runtuh dan menimbulkan kekhawatiran akan adanya korban jiwa maupun luka-luka. Tim penyelamat menghadapi medan yang sulit dan berbahaya untuk menjangkau area terdampak.
Pihak berwenang setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas. Mereka juga mengingatkan potensi gempa susulan dan meminta warga untuk menjauhi bangunan yang berpotensi roboh. Data korban jiwa dan luka-luka masih terus diperbarui seiring dengan berjalannya operasi penyelamatan.
Gempa magnitudo 6,8 ini juga dilaporkan menyebabkan gangguan pada jaringan listrik dan komunikasi di beberapa wilayah. Pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu para korban dan memulihkan kondisi pasca bencana. Upaya pencarian dan penyelamatan di Mal Aeon menjadi fokus utama dalam penanganan darurat ini.
