Kemenangan besar tim nasional Brasil atas Haiti dalam lanjutan Grup C Piala Dunia 2026 dengan skor meyakinkan 3-0 harus dibarengi dengan kabar kurang sedap. Penyerang sayap andalan Selecao, Raphinha, terpaksa mengakhiri pertandingan lebih cepat lantaran mengalami cedera otot hamstring. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi kubu Brasil jelang fase krusial turnamen.
Pertandingan yang digelar di Lincoln Financial Field, Philadelphia, pada Sabtu (20/6) pagi WIB itu, Raphinha sejatinya tampil sebagai starter. Namun, performanya harus terhenti sebelum babak pertama usai. Ia ditarik keluar dan digantikan oleh pemain muda berusia 19 tahun, Rayan, saat Brasil sudah unggul dua gol berkat brace Matheus Cunha.
Federasi Sepakbola Brasil (CBF) melalui keterangan resminya mengonfirmasi bahwa Raphinha merasakan nyeri pada otot hamstring kanannya. Pemain yang berseragam Barcelona tersebut kini tengah menjalani pemantauan intensif oleh tim medis. Evaluasi lebih lanjut akan dilakukan untuk menentukan seberapa parah cedera yang dialaminya dan apakah ia dapat kembali merumput di laga-laga berikutnya.
"Si penyerang merasakan rasa sakit di otot hamstring kanannya di babak pertama pertandingan melawan Haiti. Si pemain sudah mulai menjalani perawatan dan akan dievaluasi lagi," ujar pernyataan CBF yang juga dikutip oleh media AS.
Catatan medis Raphinha musim ini memang terbilang kurang memuaskan. Cedera serupa dilaporkan telah membuatnya absen dalam 24 pertandingan baik bersama klub maupun tim nasional. Kondisi ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi tim pelatih Brasil yang membutuhkan kekuatan penuh untuk menghadapi pertandingan penentuan fase grup.
Rekan setim Raphinha, Vinicius Junior, mengungkapkan rasa prihatin atas cedera yang dialami rekannya tersebut. Ia berharap cedera yang dialami Raphinha tidak terlalu parah agar sang pemain dapat terus berkontribusi bagi tim. "Sungguh disayangkan karena Rapha harus meninggalkan permainan karena cedera. Kurasa itu cedera yang sama seperti yang terakhir. Kuharap cederanya enggak parah, jadi dia bisa tetap bersama kami," tutur Vinicius.
Bagi Brasil, pertandingan melawan Haiti menjadi bagian dari upaya mereka mengamankan tiket ke babak gugur Piala Dunia 2026. Kemenangan ini menjadi modal penting, namun insiden cedera Raphinha menjadi noda dalam euforia kemenangan tersebut. Performa Brasil sejauh ini menunjukkan kedalaman skuad yang mumpuni, namun kehilangan pemain kunci seperti Raphinha tentu akan memengaruhi strategi dan kekuatan tim.
Sebelumnya, Brasil telah menunjukkan performa impresif di awal turnamen. Kemenangan atas Haiti ini menjadi bukti ketajaman lini serang mereka. Namun, dengan absennya Raphinha, lini serang Brasil mungkin perlu melakukan adaptasi. Pelatih Brasil, Tite, kemungkinan akan mencari opsi lain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Raphinha, mempertimbangkan komposisi tim terbaik untuk menghadapi lawan selanjutnya.
Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Selecao. Brasil dijadwalkan akan berhadapan dengan Skotlandia pada Kamis (25/6) mendatang. Laga ini krusial bagi kedua tim untuk memastikan langkah mereka ke babak 16 besar. Dengan potensi absennya Raphinha, Brasil harus mampu menunjukkan kedalaman skuadnya dan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada untuk meraih hasil maksimal.
Cedera hamstring merupakan cedera yang cukup umum terjadi pada atlet sepak bola, terutama bagi pemain yang mengandalkan kecepatan dan kelincahan seperti Raphinha. Pemulihan cedera hamstring bervariasi tergantung pada tingkat keparahan robekan pada otot. Dalam beberapa kasus, cedera ringan bisa pulih dalam beberapa minggu, namun cedera yang lebih serius bisa memakan waktu berbulan-bulan. Kondisi ini menjadikan evaluasi tim medis sangat penting untuk menentukan prognosis Raphinha.
Dampak cedera Raphinha tidak hanya dirasakan oleh tim nasional Brasil, tetapi juga oleh klubnya, Barcelona. Klub asal Catalan tersebut juga mengandalkan Raphinha sebagai salah satu pemain penting di lini serang mereka. Absennya Raphinha dalam jangka waktu lama tentu akan memengaruhi performa Barcelona di kompetisi domestik maupun Eropa.
Piala Dunia 2026 sendiri telah menyajikan berbagai kejutan dan drama. Sejumlah pemain bintang juga dilaporkan mengalami cedera dalam turnamen ini, menunjukkan betapa kerasnya persaingan di level tertinggi sepak bola internasional. Para pemain dituntut untuk menjaga kebugaran fisik mereka secara maksimal agar dapat tampil optimal sepanjang turnamen.
Kini, fokus utama tim medis Brasil adalah memastikan Raphinha mendapatkan perawatan terbaik dan menjalani proses rehabilitasi dengan optimal. Harapan besar tertuju agar sang pemain dapat segera pulih dan kembali bermain untuk membela Brasil di sisa pertandingan Piala Dunia 2026. Keputusan mengenai apakah Raphinha akan tetap bersama tim atau dipulangkan akan bergantung pada hasil pemeriksaan medis lebih lanjut. Situasi ini menjadi sorotan penting bagi para pecinta sepak bola yang menantikan kiprah Brasil di ajang akbar ini.











