Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaluddin, membantah keras tudingan bahwa program Multi-Guna Gempa (MBG) menghabiskan anggaran negara secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa program ini telah berjalan sesuai dengan prosedur dan memberikan manfaat yang signifikan.
Menurut Ridwan, tudingan mengenai pemborosan anggaran MBG tidak berdasar. Ia menjelaskan bahwa setiap alokasi dana untuk program ini telah melalui kajian mendalam dan pertimbangan yang matang. “Program MBG ini kami jalankan sesuai dengan regulasi yang ada. Anggaran yang dialokasikan juga sudah melalui kajian dan pertimbangan yang matang,” ujar Ridwan dalam sebuah kesempatan.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif Badan Geologi ESDM yang bertujuan untuk mitigasi dan penanganan dampak bencana gempa bumi. Program ini mencakup berbagai kegiatan, mulai dari survei geologi, pemetaan zona rawan gempa, hingga pembangunan infrastruktur pendukung kesiapsiagaan bencana. Keberadaan program ini dinilai krusial dalam upaya mengurangi risiko dan kerugian akibat gempa yang kerap melanda Indonesia.
Ridwan menambahkan bahwa Badan Geologi ESDM selalu berupaya untuk mengelola anggaran secara akuntabel dan transparan. “Kami selalu berupaya untuk melaksanakan program ini seefisien mungkin. Tentu saja, kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan yang membangun agar program ini dapat berjalan lebih baik lagi di masa mendatang,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa investasi dalam program mitigasi bencana seperti MBG merupakan langkah strategis untuk melindungi masyarakat dan pembangunan nasional. Kerugian akibat bencana alam, termasuk gempa bumi, seringkali jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran yang dikeluarkan untuk pencegahan dan mitigasi.
