Kepemimpinan yang efektif melampaui sekadar kemampuan memecahkan masalah. Menurut Kathryn Colby, MD, PhD, Chair of the Department of Ophthalmology at NYU Grossman School of Medicine, seorang pemimpin yang ideal harus mengutamakan pola pikir berkembang (growth mindset) dan mengembangkan kesadaran diri. Pendekatan ini memungkinkan para pemimpin, khususnya di bidang oftalmologi, untuk membangun gaya kepemimpinan yang suportif terhadap individu lain, tanpa hanya terpaku pada efisiensi.
Colby membagikan pengalamannya dalam sebuah episode blog video seri Steeped Insights. Ia menekankan bahwa naluri dasar seorang profesional medis, terutama seorang ahli bedah, adalah mendiagnosis dan mengobati masalah. Namun, ia menyadari bahwa pendekatan tersebut tidak efektif ketika berhadapan dengan dinamika antarmanusia dalam sebuah tim.
“Kita semua adalah ahli bedah; bagaimana kita memperbaiki masalah? Kita mendiagnosis dan kita mengobatinya. Pelajaran besar yang saya dapatkan dari jabatan ketua pertama saya adalah bahwa hal itu tidak berhasil dengan orang-orang,” ujar Colby. Ia melanjutkan, “Masalah yang Anda hadapi dengan orang-orang berbeda dari masalah yang Anda hadapi dengan mata pasien.”
Colby berpendapat bahwa membangun kesadaran diri merupakan kunci utama. Pemimpin perlu memahami bagaimana tindakan dan perkataan mereka memengaruhi orang lain. Dengan kesadaran diri yang tinggi, seorang pemimpin dapat mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta dampaknya terhadap lingkungan kerja. Hal ini memungkinkan mereka untuk beradaptasi dan berkomunikasi secara lebih efektif.
Lebih lanjut, Colby menyoroti pentingnya pola pikir berkembang atau growth mindset. Berbeda dengan pola pikir tetap (fixed mindset) yang cenderung membatasi diri pada kemampuan yang ada, growth mindset mendorong individu untuk terus belajar, berkembang, dan melihat tantangan sebagai peluang untuk tumbuh. Dalam konteks kepemimpinan, hal ini berarti terbuka terhadap ide-ide baru, siap menerima umpan balik, dan berkomitmen pada pengembangan diri serta tim.
Dengan mengintegrasikan kesadaran diri dan growth mindset, pemimpin dapat menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya efisien dalam penyelesaian tugas, tetapi juga harmonis dan suportif bagi anggotanya. Pendekatan ini pada akhirnya akan menghasilkan tim yang lebih kuat, inovatif, dan berkinerja tinggi dalam jangka panjang.
