Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
BERITA

Toilet Canggih NASA Senilai Rp 415 Miliar Ubah Urin Jadi Air Minum untuk Astronaut

Oleh Emanuel July 29, 2026 2 hours lalu 0 komentar

NASA tengah mengembangkan sebuah toilet luar angkasa revolusioner yang tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas sanitasi, tetapi juga mampu mengubah air kencing para astronot menjadi air minum. Proyek ambisius ini diperkirakan menelan biaya fantastis mencapai US$23 juta, atau setara dengan Rp 415 miliar.

Sistem toilet canggih ini merupakan bagian dari upaya NASA untuk meningkatkan keberlanjutan misi luar angkasa jangka panjang, seperti perjalanan ke Mars. Kemampuan daur ulang urin menjadi air minum ini krusial untuk mengurangi beban pasokan air yang harus dibawa dari Bumi.

Dalam sebuah demonstrasi yang dilakukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), sistem toilet ini berhasil mengubah 90% urin menjadi air minum yang aman dikonsumsi. “Kami melihat ini sebagai langkah besar dalam teknologi pendukung kehidupan dan kemampuan eksplorasi luar angkasa,” ujar Dr. Melanie Grijalva, Manajer Proyek Sistem Pendukung Kehidupan Canggih NASA, dalam keterangan resminya.

Teknologi ini bekerja melalui serangkaian proses kompleks. Air kencing yang dikumpulkan akan melewati sistem filtrasi dan pemurnian yang canggih. Proses ini melibatkan tahap destilasi untuk memisahkan air murni dari zat-zat lain, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan untuk menghilangkan bau dan mikroorganisme, sehingga menghasilkan air yang aman dan layak minum.

Keberhasilan pengembangan toilet ini menjadi tonggak penting bagi NASA. Sebelumnya, pada tahun 2021, NASA telah berhasil menguji coba sistem yang sama di ISS, yang menunjukkan efektivitasnya dalam mendaur ulang urin dan keringat menjadi air minum. Sistem ini dikembangkan sebagai bagian dari program ‘Waste and Hygiene’ yang berfokus pada penyediaan solusi sanitasi dan daur ulang sumber daya di lingkungan antariksa yang terbatas.

Dengan adanya toilet canggih ini, para astronot tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada pasokan air dari Bumi. Kemampuan untuk menghasilkan air minum dari limbah tubuh sendiri secara signifikan mengurangi jumlah air yang harus dibawa, sehingga memungkinkan misi luar angkasa yang lebih panjang dan lebih jauh. Hal ini sangat vital terutama untuk misi-misi eksplorasi mendalam yang membutuhkan kemandirian sumber daya yang lebih besar.

Bagikan: Facebook X WhatsApp