Aksesori tak biasa menghiasi senyum ikonik Jennie BLACKPINK saat tampil di Governors Ball Music Festival, memicu rasa penasaran publik dan perbincangan hangat di dunia maya. Perhiasan yang melekat di giginya, yang dikenal sebagai grillz, seketika mencuri perhatian, tak hanya karena keunikan tampilannya, tetapi juga karena nilai artistik dan sejarah di baliknya. Fenomena ini membuka kembali diskusi tentang tren fesyen unik yang semakin marak di kalangan selebriti global.
Jennie, yang dikenal selalu tampil inovatif dalam urusan gaya, memilih grillz berdesain mawar biru untuk penampilannya di Governors Ball. Kreasi istimewa ini merupakan hasil kolaborasi dengan desainer perhiasan ternama asal Amerika Serikat, Mark Cruz. Cruz sendiri tak ragu memamerkan karyanya di media sosial, menyoroti detail pengerjaan dan kemewahan material yang digunakan. "Sebuah karya custom sepenuhnya dari emas putih yang menampilkan detail enamel mawar biru dan berlian kelas VVS1," ungkapnya, menggarisbawahi eksklusivitas grillz yang dikenakan Jennie.
Respons publik terhadap penampilan Jennie sangat beragam. Sebagian besar netizen terpukau dan memuji keberanian serta selera fesyennya yang unik. Ungkapan seperti "Hanya Jennie yang bisa mengenakannya" dan "Itu stylish dan cantik" ramai menghiasi kolom komentar. Namun, tidak sedikit pula yang justru melihatnya dengan pandangan berbeda, bahkan menyamakannya dengan kondisi gigi berlubang, menunjukkan adanya perbedaan persepsi dalam mengapresiasi sebuah tren.
Grillz, sebagai aksesori gigi dekoratif, memang memiliki sejarah panjang dan akar budaya yang kuat, terutama dalam genre musik hip-hop. Praktik menghias gigi dengan logam mulia, khususnya emas, mulai populer pada era 1980-an di kalangan para rapper Amerika. Seiring waktu, tren ini merambah ke berbagai lapisan masyarakat dan diadopsi oleh banyak selebriti lintas genre, termasuk nama-nama besar seperti Erykah Badu dan Megan Thee Stallion, yang juga dikenal kerap tampil dengan grillz.
Namun, jika ditelusuri lebih jauh ke belakang, tradisi menghias gigi ternyata jauh lebih tua dari sekadar budaya hip-hop. Para arkeolog meyakini bahwa praktik ini telah ada sejak zaman Mesir kuno. Bukti arkeologis menunjukkan adanya penemuan dua gigi yang diikat menggunakan perhiasan emas dari era Giza, sekitar tahun 2500 SM. Meskipun interpretasi awal mengarah pada penggunaan sebagai perhiasan pelindung, ada kemungkinan bahwa liontin emas tersebut dikenakan oleh individu dengan kebersihan gigi yang kurang baik.
Kini, grillz lebih banyak dipandang sebagai pernyataan gaya dan ekspresi diri. Penggunaan grillz untuk tujuan fesyen memang dapat menambah kilau dan keunikan penampilan. Namun, penting untuk dicatat bahwa pemakaian jangka panjang tanpa perawatan yang tepat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan gigi dan gusi. Sisa makanan yang terperangkap di antara gigi dan grillz dapat memicu penumpukan plak dan bakteri, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit gusi.
Selain risiko kesehatan, pergeseran grillz yang tidak pas juga dapat merusak lapisan terluar gigi, yaitu enamel. Hal ini dapat menyebabkan gigi menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan rangsangan lainnya. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar penggunaan grillz dilakukan dengan hati-hati. Memilih grillz yang dibuat berdasarkan cetakan gigi yang akurat sangat disarankan untuk meminimalkan risiko pergeseran dan kerusakan.
Penampilan Jennie BLACKPINK dengan grillz mawar biru di Governors Ball tidak hanya menjadi sorotan media dan netizen, tetapi juga mengangkat kembali diskusi mengenai tren aksesori gigi yang unik ini. Fenomena ini menunjukkan bagaimana fesyen terus berkembang, menggabungkan elemen seni, budaya, dan personalisasi. Para penggemar dan pengamat mode kini menantikan inovasi gaya selanjutnya dari Jennie, yang selalu berhasil menetapkan standar baru dalam dunia hiburan global.











