Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan segera meresmikan program penyediaan listrik untuk desa-desa yang belum terjangkau. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk pemerataan akses energi di seluruh penjuru negeri. Peresmian program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi kehidupan masyarakat di wilayah terpencil.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, dalam keterangannya pada Senin (15/10/2018) lalu, mengonfirmasi bahwa program ini telah berjalan dan siap untuk diresmikan oleh Presiden. Beliau menyampaikan, “Sudah siap, kita tinggal tunggu jadwal dari Bapak Presiden. Kira-kira akhir tahun ini akan kita resmikan.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa persiapan teknis dan administratif program telah rampung.
Program listrik desa ini menargetkan sekitar 2.500 hingga 3.000 desa yang masih belum memiliki akses listrik memadai. Angka ini mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah yang secara geografis sulit dijangkau. Diharapkan dengan adanya program ini, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat desa dapat meningkat.
Lebih lanjut, Ignasius Jonan menambahkan bahwa realisasi program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk PT PLN (Persero) dan pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi tersebut demi kelancaran dan keberhasilan program. “Ini kan gabungan dari program PLN, dan juga ada tambahan dari pemerintah daerah,” ujar Jonan.
Program yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden Prabowo ini mencakup pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan di desa-desa sasaran. Dengan teraliri listrik, diharapkan kualitas hidup masyarakat akan membaik, mulai dari kemudahan penerangan hingga potensi pengembangan usaha kecil dan menengah.
