Innalillahi, Cuk Nugroho Pemeran Saep Preman Pensiun Tutup Usia di Umur 50 Tahun

Wibowo

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan tanah air. Aktor Cuk Nugroho, yang dikenal luas memerankan karakter Saep dalam sinetron populer "Preman Pensiun", dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 20 Juni 2026. Aktor berusia 50 tahun ini menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 08.51 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, Jawa Barat, setelah menjalani perawatan intensif.

Kepergian Cuk Nugroho meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para penggemar setia "Preman Pensiun". Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di kawasan Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Informasi mengenai wafatnya sang aktor pertama kali dikonfirmasi melalui akun media sosial resmi dari pihak produksi sinetron tersebut, yang kemudian disambut dengan gelombang ucapan belasungkawa dari rekan-rekan sesama pemain.

Salah satu ungkapan duka datang dari Abenk Marco, aktor yang memerankan karakter Cecep dalam sinetron yang sama. Melalui akun media sosialnya, Abenk menyampaikan doa tulus untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. "Semoga Almarhum diterima segala kebaikannya, dihapuskan segala dosa-dosanya, serta diberikan kesabaran, keikhlasan dan ketabahan buat keluarga yang ditinggalkan," tulis Abenk Marco, menyiratkan betapa dekatnya hubungan para pemain di balik layar.

Aktor lain yang turut berduka adalah Melga Septrida, yang dikenal memerankan tokoh Bos Bubun. Ia juga mengungkapkan kesedihannya melalui unggahan pribadi di media sosial dengan kalimat "Inalilahiwainailaihirojiun," sebuah ungkapan yang lazim digunakan untuk menunjukkan kesedihan mendalam atas kepergian seseorang. Ucapan duka ini mencerminkan ikatan kuat yang terjalin di antara para pemeran yang telah lama bekerja sama.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, kondisi kesehatan Cuk Nugroho diketahui sempat mengalami penurunan drastis hingga memerlukan perawatan khusus di ruang Unit Perawatan Intensif (ICU). Keadaan terakhir sang aktor sempat dibagikan oleh anak kandungnya melalui sebuah pengumuman yang berkaitan dengan urusan profesional. Pengumuman tersebut mengindikasikan bahwa almarhum masih dalam kondisi kritis dan belum sadarkan diri.

"Ayah saya masih koma di ruang ICU RSUD Cibabat. Apabila ada perjanjian kerja yang sudah di DP (down payment) mohon konfirmasi ulang kembali," demikian bunyi pengumuman dari anak kandung Cuk Nugroho, yang juga mewakili keluarga. Pesan ini tidak hanya menyampaikan kondisi kesehatan almarhum, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab keluarga dalam mengelola urusan yang tertunda, sekaligus memberikan informasi penting bagi pihak-pihak yang memiliki kesepakatan kerja dengannya.

Wafatnya Cuk Nugroho menambah daftar panjang aktor berbakat yang telah berpulang ke Rahmatullah, meninggalkan jejak tak terlupakan dalam industri seni peran Indonesia. Kehilangan ini terasa semakin mendalam mengingat beberapa aktor kunci dalam serial "Preman Pensiun" juga telah berpulang lebih dulu. Di antara mereka yang telah mendahului adalah legenda seni peran Didi Petet, yang memerankan tokoh sentral Kang Bahar, serta tiga aktor berbakat lainnya yaitu Epy Kusnandar (Kang Mus), Muhammad Jamasari (Kang Gobang), dan Nandi Juliawan (Encuy), yang semuanya meninggal dunia pada tahun 2025.

Kepergian para aktor ini menjadi pengingat akan kerapuhan hidup dan pentingnya menghargai setiap karya yang telah mereka berikan kepada penikmat seni peran tanah air. "Preman Pensiun" sendiri merupakan sinetron yang meraih popularitas luar biasa berkat naskah yang kuat, akting para pemain yang natural, serta cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Karakter Saep yang diperankan oleh Cuk Nugroho, dengan gayanya yang khas dan dialog-dialog ikoniknya, berhasil mencuri perhatian penonton dan menjadi salah satu karakter yang paling dikenang dalam serial ini.

Kehadiran Cuk Nugroho di layar kaca tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan warna tersendiri dalam setiap adegan yang ia perankan. Perannya sebagai Saep, seorang bos copet yang karismatik dan terkadang kocak, berhasil memikat hati banyak penonton. Kemampuannya dalam menghidupkan karakter kompleks ini menunjukkan bakat aktingnya yang luar biasa dan dedikasinya terhadap dunia peran.

Industri hiburan Indonesia berduka atas kehilangan salah satu talenta terbaiknya. Kisah hidup dan karya-karya Cuk Nugroho akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi aktor muda. Doa dan harapan terbaik terus mengalir untuk almarhum, semoga ia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Kepergiannya merupakan sebuah kehilangan besar bagi dunia akting tanah air, namun warisannya dalam bentuk peran-peran ikonik akan terus hidup dalam ingatan para penggemar.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All