Wednesday, 29 July 2026
BREAKING
BERITA

Disrupsi Informasi Gizi Anak: Kemudahan Akses vs. Tantangan Verifikasi bagi Orang Tua

Oleh Emanuel July 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Di era digital ini, akses terhadap informasi gizi anak menjadi semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut justru menimbulkan tantangan baru bagi orang tua dalam memilah kebenaran di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Pemenuhan gizi anak, yang esensial sejak masa kehamilan hingga usia dini, kini dihadapkan pada dilema verifikasi fakta.

Fenomena ini disoroti oleh Dr. dr. Diana F. Suganda, M.Kes., Sp.GK(K)., seorang spesialis gizi klinik, yang menyatakan bahwa media sosial seringkali menjadi sumber informasi utama bagi orang tua. “Di media sosial, informasi gizi anak itu sangat banyak, sangat mudah diakses, tapi sayangnya tidak semua bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Dr. Diana saat ditemui di acara Peluncuran Dancow Advanced Excelnutri+ beberapa waktu lalu.

Dr. Diana menekankan bahwa banyak informasi yang beredar di platform digital tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Hal ini berpotensi menyesatkan orang tua dalam memberikan nutrisi yang tepat bagi buah hati mereka. “Banyak sekali informasi yang tidak evidence based atau tidak berbasis bukti ilmiah, sehingga ini menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua untuk memilah mana yang benar dan mana yang salah,” tambahnya.

Kondisi ini diperparah dengan maraknya tren di media sosial yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan gizi anak yang spesifik. Orang tua yang kurang memiliki pengetahuan mendalam tentang gizi anak bisa saja terpengaruh oleh tren tersebut tanpa menyadari potensi risiko yang ada. Akibatnya, pola makan anak bisa saja tidak seimbang atau bahkan berpotensi membahayakan kesehatan jika informasi yang diterapkan keliru.

Lebih lanjut, Dr. Diana menyarankan agar orang tua lebih bijak dalam mengonsumsi informasi gizi anak dari media sosial. Penting untuk selalu mencari sumber yang terpercaya, seperti profesional kesehatan, jurnal ilmiah, atau lembaga resmi yang berwenang. “Jadi, kalau misalnya ada informasi yang didapat dari media sosial, sebaiknya dikonfirmasi dulu ke dokter atau ahli gizi,” pungkasnya.

Upaya untuk menyediakan informasi gizi anak yang akurat dan terpercaya menjadi semakin krusial di tengah lanskap digital yang dinamis ini. Orang tua perlu dibekali dengan kemampuan literasi digital dan pemahaman gizi yang memadai agar dapat melindungi kesehatan anak dari informasi yang menyesatkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp