Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Studi Ungkap Dexamphetamine dan Methylphenidate Sama Efektif Atasi ADHD, Perbedaan pada Penurunan Berat Badan

Oleh Rini Widiyarti July 28, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Obat-obatan untuk mengatasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), yaitu dexamphetamine dan methylphenidate, menunjukkan efektivitas yang serupa dalam menangani gejala inti ADHD pada anak-anak. Namun, sebuah studi terbaru menemukan perbedaan signifikan terkait efek samping pada penurunan berat badan, di mana partisipan yang mengonsumsi dexamphetamine cenderung mengalami kehilangan berat badan lebih banyak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Paediatrics and Child Health ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak masing-masing obat terhadap gejala inatensi (sulit fokus) dan oppositional defiant disorder (ODD) atau gangguan pembangkangan oposisional. Dr. Alison Poulton, MD, FRACP, seorang dosen senior di bidang pediatri dan kesehatan anak di Nepean Clinical School, University of Sydney, menjelaskan bahwa temuan ini sangat relevan mengingat meningkatnya prevalensi obesitas.

Dalam studi tersebut, kedua jenis obat dinilai setara dalam mengatasi gejala inti ADHD, seperti kesulitan mempertahankan perhatian dan perilaku impulsif. Namun, analisis data secara spesifik menyoroti perbedaan dalam manajemen berat badan. Kelompok anak yang mendapatkan terapi dexamphetamine dilaporkan mengalami penurunan berat badan yang lebih substansial dibandingkan dengan mereka yang menggunakan methylphenidate.

Dr. Poulton menekankan bahwa temuan ini memberikan pandangan yang lebih komprehensif bagi para profesional kesehatan dalam memilih terapi ADHD, terutama ketika mempertimbangkan faktor kesehatan metabolik pasien. Pilihan pengobatan kini dapat disesuaikan tidak hanya berdasarkan efektivitas klinis dalam mengelola gejala ADHD, tetapi juga dengan memperhitungkan potensi dampak pada berat badan.

Meskipun kedua obat tersebut efektif dalam mengelola gejala ADHD, perbedaan dalam efek samping penurunan berat badan dapat menjadi pertimbangan penting, terutama bagi anak-anak yang memiliki riwayat atau risiko obesitas. Studi ini membuka peluang diskusi lebih lanjut mengenai strategi penanganan ADHD yang holistik, mencakup aspek fisik dan perilaku secara bersamaan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp