Arab Saudi mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global di sektor pariwisata, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Pencapaian ini kontras dengan kondisi pariwisata Indonesia yang dinilai masih tertinggal.
Kementerian Pariwisata Arab Saudi mengumumkan bahwa negara tersebut berhasil menarik lebih dari 100 juta wisatawan pada tahun 2023. Angka ini melebihi target awal yang ditetapkan sebanyak 77 juta kunjungan. Keberhasilan ini sekaligus menempatkan Arab Saudi sebagai destinasi pariwisata terkemuka di tingkat internasional.
Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno, mengakui keunggulan Arab Saudi dalam pengembangan pariwisata. Ia menyatakan, “Arab Saudi ini luar biasa, mereka sudah menjadi raja pariwisata dunia.” Pernyataan tersebut diungkapkan Sandiaga Uno dalam acara The Weekly Brief With Sandiaga Uno di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (15/1/2024).
Sandiaga Uno membandingkan pencapaian Arab Saudi dengan situasi pariwisata Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Indonesia masih berada di posisi yang menyedihkan jika dibandingkan dengan geliat pariwisata negara Timur Tengah tersebut. “Kita masih menyedihkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sandiaga Uno menjelaskan bahwa Arab Saudi telah melakukan investasi besar-besaran dalam pengembangan infrastruktur pariwisata dan promosi. Hal ini mencakup pembangunan resor mewah, pengembangan situs bersejarah, serta kampanye pemasaran global yang agresif. Berbagai acara berskala internasional juga dihelat di Arab Saudi, menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Meskipun demikian, Sandiaga Uno menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar dan beragam. Ia menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam menghadapi persaingan global. “Kita harus terus berinovasi, terus beradaptasi, dan terus meningkatkan kualitas layanan agar bisa bersaing,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia. Upaya-upaya strategis, termasuk pengembangan destinasi unggulan dan promosi yang lebih terarah, diharapkan dapat meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah internasional.
