Kota Depok, yang kini dikenal sebagai salah satu penyangga utama DKI Jakarta, ternyata memiliki akar sejarah yang kaya dan tersembunyi di balik namanya yang familiar. Nama “Depok” sendiri bukanlah sekadar ejaan biasa, melainkan sebuah akronim yang berasal dari bahasa Belanda, merujuk pada komunitas Kristen Protestan pertama yang mendiami wilayah tersebut.
Kisah penamaan Depok ini berawal dari kehadiran seorang Pendeta Protestan bernama David D. W. van Schoor yang datang ke Batavia (sekarang Jakarta) pada abad ke-17. Ia kemudian memperoleh izin untuk mendirikan sebuah perkampungan di wilayah yang kini dikenal sebagai Depok. Izin ini diberikan oleh Gubernur Jenderal VOC saat itu, yakni Cornelis Speelman, pada tanggal 17 Mei 1696.
Perkampungan yang didirikan oleh van Schoor ini kemudian diberi nama “Depok”. Nama ini merupakan singkatan dari ungkapan dalam bahasa Belanda, yaitu “De Eerste Protestante Christelijke Organisatie van de Chri” atau “De Eerste Protestante Christelijke Organisatie van de Christenen”. Penggunaan akronim ini mencerminkan identitas awal wilayah tersebut sebagai pusat organisasi Kristen Protestan pertama.
Komunitas Kristen Protestan yang terbentuk di Depok ini kemudian berkembang dan dikenal sebagai “Depokers”. Mereka memiliki struktur pemerintahan sendiri yang diatur oleh Dewan Depok. Lahan tanah yang mereka miliki pun memiliki status istimewa, yaitu tanah partikelir. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengelola wilayah tersebut secara mandiri.
Sejarah mencatat bahwa komunitas Depokers ini memiliki peran penting dalam penyebaran agama Kristen di wilayah tersebut. Mereka tidak hanya membangun gereja, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Warisan budaya dan sejarah mereka masih dapat ditemukan hingga kini, meskipun Depok telah berkembang pesat menjadi kota metropolitan.
Dengan demikian, nama “Depok” bukan sekadar identitas geografis semata, melainkan sebuah pengingat akan sejarah panjang dan keberadaan komunitas Kristen Protestan pertama yang menjadi cikal bakal kota ini. Ungkapan bahasa Belanda yang menjadi akronim nama Depok ini, “De Eerste Protestante Christelijke Organisatie van de Chri” atau “De Eerste Protestante Christelijke Organisatie van de Christenen”, menjadi saksi bisu perkembangan wilayah yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi Indonesia.
