Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
BERITA

Intimidasi dan Ujaran Kebencian Paksa 9 Sekolah Rohingya di Malaysia Tutup

Oleh Emanuel July 27, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebanyak sembilan sekolah yang didirikan oleh komunitas Rohingya di Malaysia terpaksa menghentikan operasionalnya akibat maraknya intimidasi dan ujaran kebencian. Penutupan ini berdampak langsung pada ratusan anak pengungsi yang kini kehilangan akses terhadap pendidikan, lantaran kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Situasi yang dihadapi sekolah-sekolah ini dilaporkan semakin memburuk sejak awal tahun 2024. Ancaman dan tekanan yang terus meningkat membuat para pengajar dan orang tua merasa tidak aman untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar. Koordinator Sekolah Relawan Rohingya Malaysia, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi ini.

“Kami telah berupaya keras untuk menjaga agar sekolah ini tetap berjalan, namun intimidasi yang terus menerus membuat kami sulit untuk beroperasi. Kami takut akan keselamatan anak-anak dan para guru kami,” ujar sang koordinator.

Penutupan sembilan sekolah ini menghilangkan tempat belajar bagi sekitar 1.500 hingga 2.000 anak pengungsi Rohingya. Mereka sebelumnya mendapatkan pendidikan dasar di sekolah-sekolah tersebut, yang seringkali beroperasi di tempat-tempat sederhana dan mengandalkan relawan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar mengenai masa depan generasi muda Rohingya di Malaysia. Tanpa akses pendidikan, anak-anak ini berisiko semakin terpinggirkan dan rentan terhadap berbagai masalah sosial. Organisasi kemanusiaan yang bergerak di bidang pengungsi mendesak pemerintah Malaysia untuk segera mengambil tindakan.

“Pendidikan adalah hak dasar setiap anak. Kami berharap pemerintah Malaysia dapat memberikan perlindungan yang memadai bagi anak-anak pengungsi ini agar mereka dapat kembali bersekolah dengan aman,” kata seorang perwakilan dari salah satu organisasi bantuan pengungsi.

Penutupan sekolah ini juga menjadi sorotan internasional, menggarisbawahi tantangan yang dihadapi oleh komunitas pengungsi Rohingya di berbagai negara, termasuk Malaysia. Komunitas internasional berharap ada solusi yang dapat memastikan kelangsungan pendidikan bagi anak-anak pengungsi tanpa rasa takut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp