Monday, 27 July 2026
BREAKING
BERITA

Pentagon Koreksi Data, 18 Tentara AS Tewas Akibat Serangan Kelompok Bersenjata Terafiliasi Iran

Oleh Emanuel July 27, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Washington D.C. – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengumumkan penyesuaian terbaru mengenai jumlah korban tewas di kalangan personel militer AS akibat serangan kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan Iran. Data terkini menunjukkan bahwa total 18 tentara Amerika Serikat kehilangan nyawa mereka. Perubahan ini terjadi setelah Pentagon memutuskan untuk memisahkan penghitungan korban dari dua fase konflik yang berbeda.

Perubahan data ini sontak menimbulkan reaksi keras dari kalangan anggota Kongres Amerika Serikat. Anggota parlemen menyuarakan kekecewaan dan mempertanyakan transparansi serta akurasi pelaporan data korban perang oleh Pentagon. Mereka mendesak adanya penjelasan yang lebih rinci mengenai alasan di balik revisi data tersebut.

Sebelumnya, Pentagon mengumumkan pada 7 Februari 2024, bahwa tiga tentara AS tewas dalam serangan drone yang dilancarkan oleh kelompok militan Kataib Hezbollah terhadap pangkalan militer di Irak. Serangan tersebut juga menyebabkan sedikitnya 25 personel militer AS terluka. Insiden ini merupakan eskalasi terbaru dari ketegangan yang telah berlangsung lama antara AS dan kelompok-kelompok yang didukung oleh Iran di wilayah tersebut.

Namun, pengumuman terbaru dari Pentagon pada 2 Maret 2024, yang mengungkapkan bahwa total 18 tentara AS tewas, mencakup korban dari rentang waktu yang lebih luas, termasuk insiden yang terjadi pada 28 Januari 2024. Pada tanggal tersebut, serangan drone yang diklaim dilakukan oleh milisi perlawanan Islam di Irak menewaskan tiga tentara AS dan melukai puluhan lainnya di sebuah pangkalan di Yordania yang dekat dengan perbatasan Suriah. Serangan di Yordania ini menjadi titik balik signifikan dalam eskalasi ketegangan.

Juru Bicara Pentagon, Sabrina Singh, dalam sebuah pernyataan menegaskan, “Kami terus meninjau dan memperbarui data kami seiring dengan perkembangan situasi dan informasi yang kami terima.” Ia menambahkan bahwa pemisahan data ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai dampak dari masing-masing fase konflik. Namun, penjelasan ini belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran di Capitol Hill.

Beberapa anggota Kongres, seperti Senator Tom Cotton, secara terbuka menyatakan keprihatinan mereka. “Setiap nyawa yang hilang adalah tragedi. Penting bagi Pentagon untuk memberikan data yang konsisten dan akurat kepada publik dan Kongres, terutama ketika menyangkut nyawa para prajurit kita,” ujar Cotton. Kritikan serupa juga dilontarkan oleh beberapa anggota Komite Angkatan Bersenjata Dewan Perwakilan Rakyat.

Peristiwa ini menyoroti kompleksitas pelaporan korban perang dan tantangan yang dihadapi oleh Pentagon dalam mengelola informasi di tengah konflik yang berlarut-larut dan melibatkan berbagai aktor di Timur Tengah. Revisi data ini diharapkan akan mendorong Pentagon untuk lebih transparan dan cermat dalam penyampaian informasi terkait korban jiwa di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp