PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim berhasil mencatatkan pertumbuhan laba konsolidasi yang impresif sebesar 53,4 persen pada kuartal II tahun 2026. Kinerja positif ini menunjukkan keberhasilan strategi transformasi perusahaan yang berfokus pada peningkatan adaptabilitas, kesehatan finansial, dan orientasi pertumbuhan berkelanjutan.
Perkembangan laba konsolidasi yang signifikan ini diraih Bank Jatim hingga akhir Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan pesat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mengukuhkan posisi Bank Jatim sebagai salah satu bank daerah yang kinerjanya terus menanjak.
Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari upaya transformasi yang terus digalakkan. “Transformasi Bank Jatim diarahkan untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, sehat, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Busrul Iman menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan laba tersebut. Salah satunya adalah peningkatan kualitas aset yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross yang berhasil ditekan. Rasio NPL gross Bank Jatim tercatat sebesar 1,15 persen, jauh di bawah ambang batas normal yang ditetapkan oleh regulator.
Selain itu, Bank Jatim juga berhasil meningkatkan efisiensi operasionalnya. Hal ini terlihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berhasil dijaga di angka 68,13 persen. Efisiensi ini memungkinkan bank untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan profitabilitas.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Jatim juga menunjukkan tren positif. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp46,43 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 11,79 persen secara tahunan. Komposisi kredit yang disalurkan didominasi oleh segmen UMKM, yang menjadi salah satu fokus utama Bank Jatim dalam mendukung perekonomian daerah.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Jatim juga mengalami peningkatan. Total DPK mencapai Rp58,85 triliun, naik 10,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komposisi DPK didominasi oleh giro dan tabungan, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan Bank Jatim.
Pertumbuhan laba konsolidasi yang kuat ini diharapkan dapat memperkuat modal bank dan mendukung ekspansi bisnis di masa mendatang, sejalan dengan visi Bank Jatim untuk menjadi bank yang tangguh dan terkemuka dalam melayani masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya.
