Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, baru-baru ini melayangkan seruan mendesak kepada komunitas internasional untuk segera mencabut seluruh sanksi yang diberlakukan terhadap Suriah. Desakan ini muncul sebagai respons terhadap kondisi kemanusiaan yang kian memprihatinkan di negara tersebut, terutama pasca serangkaian gempa bumi dahsyat yang meluluhlantakkan wilayahnya.
Guterres menekankan bahwa pencabutan sanksi ini merupakan langkah krusial untuk memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan yang lebih luas dan efektif. Ia menyatakan, “Masyarakat internasional harus segera mencabut semua sanksi terhadap Suriah.” Pernyataan ini disampaikan dalam konteks urgensi untuk merespons kebutuhan mendesak warga Suriah yang terdampak gempa, di mana akses terhadap bantuan medis, pangan, dan tempat tinggal sangat terbatas.
Lebih lanjut, Guterres menyoroti dampak negatif sanksi yang memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama di Suriah. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kesulitan yang dihadapi oleh warga sipil dalam mengakses kebutuhan dasar mereka akibat pembatasan yang ditimbulkan oleh sanksi tersebut. Hal ini secara tidak langsung menghambat upaya penyelamatan dan pemulihan pasca bencana.
Seruan ini juga selaras dengan pandangan para pejabat PBB lainnya yang telah berulang kali menyuarakan perlunya pelonggaran pembatasan terhadap Suriah. Laporan dari berbagai badan PBB mengindikasikan bahwa sanksi yang ada turut berkontribusi pada ketidakstabilan ekonomi dan kesulitan dalam rehabilitasi infrastruktur yang vital. Oleh karena itu, Guterres berharap agar desakan ini dapat mendorong tindakan nyata dari negara-negara yang menerapkan sanksi.
PBB terus berupaya mengoordinasikan bantuan kemanusiaan ke Suriah, namun kendala birokrasi dan logistik yang diperparah oleh sanksi menjadi tantangan tersendiri. Pencabutan sanksi diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan volume dan kecepatan bantuan, serta mendukung proses pemulihan jangka panjang bagi Suriah dan rakyatnya yang telah lama menderita.
