Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren koreksinya pada pembukaan perdagangan Senin, 27 Juli 2026. Prediksi ini muncul setelah IHSG mengakhiri sesi perdagangan pekan ini dengan catatan pelemahan.
Analis PT Artha Sekuritas Indonesia, Riska Afriani, memproyeksikan pergerakan IHSG pada awal pekan depan masih akan berada dalam tekanan. “Secara teknikal, IHSG diprediksi masih akan melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, setelah ditutup melemah pada akhir perdagangan,” jelas Riska.
Lebih lanjut, Riska merinci bahwa IHSG berpotensi akan bergerak pada rentang level 6.074 hingga 6.146. Level ini menjadi area penting yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar. Jika IHSG menembus ke bawah level 6.074, potensi pelemahan lebih lanjut akan semakin terbuka lebar.
Perdagangan pada akhir pekan lalu memang menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup signifikan pada sejumlah saham unggulan. Hal ini turut berkontribusi pada penutupan IHSG yang berada di zona merah. Investor perlu mencermati sentimen pasar secara keseluruhan, termasuk perkembangan ekonomi makro domestik maupun global, yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.
Meskipun diprediksi akan melanjutkan koreksi, pergerakan IHSG juga sangat bergantung pada sentimen yang berkembang di pasar. Kenaikan atau penurunan tajam pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap arah pergerakan indeks secara keseluruhan. Oleh karena itu, pemantauan terhadap pergerakan saham-saham tersebut menjadi krusial bagi investor.
