Pasangan selebriti Evan Marvino dan Uffridatun Nitami, yang sempat diterpa isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), akhirnya mengumumkan kabar baik perihal rujuknya mereka. Kepastian ini disampaikan langsung oleh aktor berusia 31 tahun itu melalui unggahan bersama di media sosial pada Sabtu, 20 Juni 2026. Keputusan ini menandai babak baru bagi rumah tangga mereka yang telah terjalin sejak tahun 2021.
Polemik rumah tangga Evan dan Tami, sapaan akrab Uffridatun Nitami, memang sempat menjadi sorotan publik dan menyita perhatian warganet. Ketegangan memuncak ketika Tami secara terbuka mengakui dirinya menjadi korban perlakuan KDRT. Namun, badai tersebut kini mulai mereda, terlihat dari momen kebersamaan yang dibagikan keduanya. Dalam unggahan tersebut, Evan dan Tami tampak duduk satu meja makan bersama kedua anak mereka serta anggota keluarga besar dari kedua belah pihak. Momen harmonis ini memberikan sinyal positif bahwa resolusi telah tercapai.
"Sebelumnya saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi beberapa waktu ini dan memohon maaf untuk beberapa pihak yang dirugikan atas kejadian ini," ujar Evan Marvino dalam pernyataannya, membuka jalan menuju rekonsiliasi. Pernyataannya ini sekaligus menjadi titik awal pengakuan atas masalah yang sempat menghantam rumah tangga mereka.
Proses perdamaian ini tampaknya tidak terlepas dari peran penting intervensi dari pihak internal keluarga. Kehadiran dan campur tangan kedua orang tua serta keluarga besar menjadi faktor krusial dalam upaya memulihkan keharmonisan pasangan yang menikah pada tahun 2021 ini. Dukungan dan mediasi dari keluarga besar terbukti efektif dalam menjembatani perbedaan dan kesalahpahaman yang sempat terjadi.
"Di kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa saya sudah rujuk dengan istri saya," tegas Evan, mengonfirmasi kembalinya keharmonisan rumah tangga mereka. Pernyataan ini disambut baik oleh penggemar yang telah mengikuti perjalanan pasangan ini.
Lebih lanjut, Evan Marvino juga menunjukkan itikad baiknya dengan menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga besar Tami. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab dan upaya serius untuk memperbaiki hubungan yang sempat retak akibat kejadian tersebut. Permohonan maaf ini mencakup seluruh kekhilafan dan kesalahan yang pernah dilakukannya, menunjukkan kesadaran dan keinginan untuk berbenah.
"Dengan bantuan mediasi dari keluarga besar kita berdua, dan saya pribadi sudah meminta maaf kepada istri dan keluarga besarnya atas semua kekhilafan dan kesalahan yang pernah saya lakukan," tutur Evan Marvino. Ungkapan ini menegaskan komitmennya untuk memperbaiki diri dan hubungan dengan sang istri serta keluarganya.
Kini, sebagai kepala keluarga yang telah dikaruniai dua orang anak, Evan menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki diri demi masa depan pernikahan mereka. Ia dan Tami menyadari bahwa perjalanan rumah tangga tidak akan selalu mulus dan masih banyak tantangan yang akan dihadapi. Kehadiran kedua buah hati mereka menjadi motivasi terbesar untuk terus berjuang menjaga keutuhan keluarga.
"Kami sadar hidup akan terus berlangsung dan masih banyak ujian-ujian lainnya menanti kami. Terkhusus kami sudah diamanahi dua malaikat kecil yang perlu kami jaga dan beri kasih sayang dan cinta yang lengkap dari papa dan mamanya," tegas Evan Marvino. Pernyataannya ini menunjukkan kedewasaan dalam memandang pernikahan dan tanggung jawab sebagai orang tua.
Keputusan rujuk ini tentu menjadi angin segar bagi banyak pihak, terutama para penggemar yang mendoakan kebaikan bagi keluarga Evan Marvino dan Uffridatun Nitami. Dengan dukungan keluarga dan tekad yang kuat dari kedua belah pihak, diharapkan rumah tangga mereka dapat kembali harmonis dan menjadi keluarga yang utuh bagi kedua buah hati mereka. Kembalinya kepercayaan dan komunikasi yang baik menjadi kunci utama dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan kemungkinan dan ujian.
Kabar rujuk ini juga diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi pasangan lain yang mungkin menghadapi konflik serupa. Pentingnya komunikasi terbuka, peran keluarga dalam mediasi, serta komitmen untuk memperbaiki diri menjadi elemen penting dalam mempertahankan keutuhan sebuah rumah tangga. Kisah Evan dan Tami menjadi bukti bahwa dengan niat baik dan usaha bersama, setiap masalah dapat menemukan solusinya.











