Dalam kesibukan sehari-hari, banyak orang cenderung terjebak dalam rutinitas yang serba cepat, seolah tiada henti berlari mengejar waktu. Namun, kebiasaan ini justru berpotensi membuat kita melewatkan hal-hal sederhana yang sejatinya dapat memberikan kebahagiaan.
Psikolog, Lussier, menyoroti bahwa gaya hidup yang selalu terburu-buru seringkali membuat kita kehilangan momen-momen kecil yang sebenarnya berharga. Ia menjelaskan, “Kita seringkali terlalu fokus pada tujuan besar sehingga melupakan keindahan yang ada di sepanjang perjalanan.” Kebiasaan ini, menurutnya, adalah akar dari perasaan tidak puas dan stres yang kerap dialami.
Lussier menyarankan agar kita meluangkan waktu untuk berhenti sejenak dan menikmati hidup. “Mengambil jeda singkat, bahkan hanya beberapa menit, dapat memberikan perspektif baru dan membantu kita menghargai apa yang kita miliki saat ini,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kehadiran penuh (mindfulness) dalam setiap aktivitas, sekecil apapun itu.
Lebih lanjut, ia memberikan contoh konkret tentang bagaimana kebiasaan ini dapat berdampak. Misalnya, saat menikmati secangkir kopi di pagi hari, alih-alih meminumnya sambil tergesa-gesa sambil memikirkan pekerjaan, cobalah untuk benar-benar merasakan aroma, rasa, dan kehangatannya. Momen sederhana seperti itu, jika dinikmati dengan sadar, dapat memberikan energi positif untuk memulai hari.
Psikolog ini juga mengemukakan bahwa kebiasaan untuk terus berlari tanpa jeda dapat mengaburkan pemahaman kita tentang apa yang sebenarnya penting. “Ketika kita terus bergerak tanpa henti, kita mungkin tidak menyadari bahwa kita sudah mencapai banyak hal atau bahwa kebahagiaan itu sebenarnya lebih dekat dari yang kita bayangkan,” pungkas Lussier. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dan menjadikan momen-momen kecil sebagai sumber kebahagiaan yang berkelanjutan.
