Saturday, 25 July 2026
BREAKING
KESEHATAN

Obat Baru Tavapadon Beri Perbaikan Signifikan Gejala Motorik Parkinson

Oleh Rini Widiyarti July 25, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Neurology menunjukkan bahwa obat eksperimental bernama tavapadon mampu memberikan perbaikan yang signifikan dan bermakna secara klinis terhadap gejala motorik pada pasien penyakit Parkinson. Perbaikan ini teramati setelah 27 minggu penggunaan obat.

Tavapadon bekerja dengan menargetkan reseptor D1/D5 secara selektif. Mekanisme kerja ini diklaim dapat mengurangi risiko efek samping yang sering muncul pada pengobatan dopaminergik lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Cindy Zadikoff, MD, direktur medis eksekutif di AbbVie, bersama tim penelitinya.

Dr. Zadikoff menjelaskan, “Saat ini sudah banyak pengobatan yang baik untuk penyakit Parkinson, namun seringkali pasien dan dokter harus memilih kompromi antara efikasi, tolerabilitas, dan keamanan.” Kehadiran tavapadon berpotensi menawarkan alternatif yang dapat meminimalkan kebutuhan akan kompromi tersebut.

Dalam studi tersebut, pasien Parkinson yang menerima tavapadon menunjukkan peningkatan yang berarti dalam hal kontrol gerakan, kekakuan, dan tremor, yang merupakan gejala motorik utama penyakit ini. Hasil ini memberikan harapan baru bagi para penderita Parkinson yang mungkin belum mendapatkan manfaat optimal dari terapi yang ada atau mengalami efek samping yang mengganggu.

Lebih lanjut, penelitian ini membandingkan efektivitas dan keamanan tavapadon dengan plasebo, serta menyoroti profil keamanannya yang lebih baik dibandingkan obat dopaminergik lain yang sudah beredar di pasaran. Hal ini menjadi aspek penting mengingat penanganan jangka panjang penyakit Parkinson seringkali terhambat oleh efek samping yang muncul seiring waktu.

Meskipun hasil awal ini sangat menjanjikan, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi efektivitas dan keamanan tavapadon pada populasi pasien yang lebih luas dan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Namun demikian, temuan ini membuka jalan bagi pengembangan terapi Parkinson yang lebih efektif dan dapat ditoleransi dengan baik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp