Musim kemarau panjang yang melanda Lebak, Banten, secara tak terduga memunculkan kembali pemandangan unik: sebuah kampung yang sebelumnya terendam di dasar Bendungan Karian kini terlihat jelas. Fenomena ini terjadi akibat surutnya debit air di bendungan yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Jabodetabek.
Kondisi kering di Bendungan Karian, yang berlokasi di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Jawa Barat, telah memperlihatkan sisa-sisa permukiman penduduk yang dulunya harus direlokasi demi proyek strategis nasional tersebut. Bangunan-bangunan rumah, jalan setapak, hingga fondasi rumah kini tampak menghiasi dasar bendungan yang tadinya tergenang air.
Kejadian ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk warga sekitar yang penasaran ingin melihat kembali kampung halaman mereka yang telah lama hilang ditelan genangan air. Beberapa foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kampung yang memprihatinkan namun sarat makna sejarah.
Bendungan Karian sendiri merupakan salah satu proyek prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pasokan air baku di wilayah Jabodetabek. Pembangunannya telah berlangsung selama beberapa tahun dan melibatkan penenggelaman sejumlah kampung di area genangan. Kini, dengan surutnya air, sisa-sisa kehidupan masa lalu itu kembali tersingkap.
Fenomena ini juga menjadi pengingat akan dampak pembangunan infrastruktur terhadap masyarakat lokal, sekaligus menjadi saksi bisu perubahan lanskap akibat faktor alam seperti kekeringan. Ketinggian muka air yang drastis turun ini menjadi bukti nyata pengaruh musim kemarau terhadap ketersediaan air di bendungan.
