Amnesty International menyerukan agar Amerika Serikat segera melakukan penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Desakan ini muncul seiring dengan rencana kunjungan Netanyahu ke New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Organisasi hak asasi manusia internasional tersebut menyatakan bahwa penangkapan Netanyahu diperlukan menyusul dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel di Gaza. Amnesty International merujuk pada laporan yang telah mereka susun, yang menyoroti pelanggaran hukum internasional oleh pasukan Israel.
Dalam pernyataannya, Amnesty International secara spesifik menyoroti beberapa tindakan yang dianggap sebagai bukti kuat. Laporan organisasi tersebut merinci dugaan penggunaan senjata dan metode perang yang tidak proporsional oleh Israel, yang mengakibatkan hilangnya nyawa warga sipil secara luas, termasuk banyak anak-anak. Selain itu, blokade yang terus diberlakukan terhadap Gaza juga dikritik karena dinilai menghambat akses bantuan kemanusiaan esensial, seperti makanan dan obat-obatan, yang berpotensi menimbulkan penderitaan yang lebih besar bagi penduduk sipil.
Amnesty International menekankan bahwa hukum internasional harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Organisasi ini mendesak agar AS, sebagai tuan rumah Sidang Umum PBB dan negara yang memiliki pengaruh besar, mengambil tindakan tegas. Penangkapan Netanyahu diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam proses akuntabilitas atas dugaan kejahatan perang tersebut.
Organisasi ini juga mengingatkan bahwa ada preseden hukum yang kuat untuk menindak individu yang diduga melakukan kejahatan perang, terlepas dari posisi atau jabatan mereka. Sikap tegas dari komunitas internasional, khususnya negara-negara besar seperti AS, dinilai krusial untuk mencegah terulangnya pelanggaran serupa di masa depan dan untuk memberikan keadilan bagi para korban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu maupun pemerintah Amerika Serikat mengenai desakan dari Amnesty International tersebut. Kunjungan Netanyahu ke New York dijadwalkan dalam beberapa waktu ke depan untuk berpartisipasi dalam forum diplomatik internasional yang penting.
