Friday, 24 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Aplikasi Pendeteksi Kacamata Pintar Meta Meluncur di iPhone

Oleh Heni Maulidya July 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebuah aplikasi baru bernama Antizuck Smart Glasses Scanner telah diluncurkan untuk pengguna iPhone, yang dikembangkan oleh Albert Pariente Cohen. Aplikasi ini diklaim mampu mendeteksi keberadaan kacamata pintar, termasuk produk dari Meta, di sekitar pengguna. Dengan harga $2.99 dan tanpa biaya berlangganan, aplikasi ini menawarkan fitur deteksi sinyal Bluetooth dari perangkat seperti Meta glasses, Snap Spectacles, Meta Quest headsets, dan RayNeo smart glasses.

Antizuck beroperasi dengan mendeteksi sinyal Bluetooth yang dipancarkan oleh perangkat-perangkat tersebut. Keunggulan aplikasi ini adalah fokus pada privasi; ia tidak memerlukan akun atau alamat email, dan seluruh data yang terdeteksi hanya tersimpan di ponsel pengguna. Dalam pengujian, aplikasi ini berhasil mengidentifikasi Meta glasses dan Meta Quest 3 headset milik penguji, bahkan saat headset dalam mode tidur. Namun, deteksi Meta glasses memiliki catatan khusus: aplikasi hanya mendeteksinya saat perangkat sedang mengisi daya, dinyalakan, atau dalam proses pemasangan (pairing).

Selain mendeteksi kacamata pintar, Antizuck juga dapat menampilkan daftar perangkat Bluetooth lain yang aktif di sekitar, lengkap dengan identifikasi jenisnya jika memungkinkan. Pengujian juga menunjukkan kemampuan aplikasi dalam mendeteksi Even Realities G2 smart glasses yang sedang mengisi daya, meskipun tidak menandainya, yang diasumsikan karena perangkat tersebut tidak memiliki kamera. Nilai lebih aplikasi ini, bahkan hanya untuk melihat banyaknya perangkat yang memancarkan sinyal di sekitar, dinilai sepadan dengan harganya.

Meskipun aplikasi ini memberikan peringatan seperti “Someone may be recording near you” saat mendeteksi kacamata pintar, kegunaannya untuk tujuan pencegahan perekaman dianggap terbatas. Antizuck tidak dapat memberi tahu identitas pengguna kacamata pintar, tidak memberikan peringatan saat kacamata mulai merekam atau mengambil gambar, maupun saat mentransfer data. Peringatan muncul hanya jika kacamata dinyalakan atau diisi daya selama beberapa menit, sebuah skenario yang jarang terjadi di tempat umum.

Peluncuran aplikasi ini tampaknya merupakan bagian dari respons masyarakat terhadap penggunaan kacamata pintar berkamera. Kekhawatiran akan privasi, terutama bagi wanita, terkait potensi perekaman tersembunyi memang valid. Namun, perlu diingat bahwa kacamata pintar juga memiliki kegunaan lain, seperti membantu individu dengan masalah penglihatan, identifikasi objek bagi pengamat alam, hingga keperluan pribadi seperti kategorisasi struk atau mendengarkan musik. Pengguna Meta glasses pun berharap tidak diasumsikan sebagai pihak yang berniat buruk atau privasi mereka terganggu hanya karena menggunakan perangkat tersebut.

Sama halnya dengan legalitas mengambil foto di ruang publik, memindai lingkungan sekitar untuk sinyal Bluetooth juga merupakan tindakan yang legal. Namun, kedua tindakan ini menimbulkan pertanyaan tentang batasan privasi. Seperti alat lainnya, dampak negatif sebuah teknologi sangat bergantung pada bagaimana penggunaannya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp