Thursday, 23 July 2026
BREAKING
BERITA

Bor MRT Monas Menembus 18 Meter di Bawah Tanah Jakarta

Oleh Emanuel July 22, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Proses pembangunan Stasiun MRT Monas di Jakarta kini menyentuh kedalaman 18 meter di bawah permukaan tanah. Pengerjaan ini menggunakan metode Tunnel Boring Machine (TBM) untuk memastikan kelancaran konstruksi sekaligus meminimalkan dampak terhadap aktivitas di atasnya.

Metode inovatif ini menjadi kunci utama dalam upaya meminimalkan gangguan yang mungkin timbul pada permukaan ibu kota selama proses penggalian terowongan. Dengan mesin bor raksasa yang beroperasi di bawah tanah, aktivitas lalu lintas dan kegiatan publik di sekitar area proyek dapat tetap berjalan normal.

Proyek strategis ini tidak hanya berfokus pada pembangunan stasiun, tetapi juga mencakup pembangunan terowongan sepanjang 1,8 kilometer. Terowongan ini akan menghubungkan Stasiun Monas dengan Stasiun Thamrin, menjadi bagian integral dari pengembangan transportasi massal di Jakarta. Penggunaan TBM menjadi solusi efektif untuk mengatasi tantangan teknis di bawah permukaan kota yang padat.

Tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur bawah tanah di Jakarta adalah kondisi geologisnya yang kompleks. Tim proyek harus memastikan bahwa seluruh proses penggalian dilakukan dengan presisi tinggi untuk menghindari risiko penurunan tanah atau kerusakan struktur yang ada. Keberhasilan penggunaan TBM dalam proyek MRT Jakarta sebelumnya menjadi tolok ukur penting dalam pelaksanaan tahap ini.

Menurut informasi yang dihimpun, ada dua unit TBM yang dikerahkan untuk pengerjaan terowongan ini. Satu unit TBM telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, sementara unit kedua masih terus beroperasi. Keberhasilan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam proyek yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga Jakarta.

Pembangunan Stasiun MRT Monas merupakan bagian dari fase II MRT Jakarta, yang membentang dari Bundaran HI hingga Kota. Fase ini sendiri memiliki panjang sekitar 6,3 kilometer dan mencakup delapan stasiun. Proyek ini merupakan investasi besar dalam rangka mewujudkan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan efisien bagi masyarakat Jakarta.

Bagikan: Facebook X WhatsApp