Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Mengupas Fenomena ‘Eggshell Parenting’: Dampak Psikologis dan Cara Memutus Rantai Negatifnya

Oleh Muzairi M July 22, 2026 5 hours lalu 0 komentar

Fenomena ‘Eggshell Parenting’ tengah menjadi sorotan, sebuah pola asuh yang berpotensi merusak kesehatan mental anak. Istilah ini merujuk pada praktik orang tua yang mengendalikan anak secara berlebihan, menciptakan lingkungan di mana anak merasa selalu berjalan di atas cangkang telur, takut salah langkah dan memicu kemarahan atau kekecewaan orang tua.

Pola asuh ini, yang dikenal sebagai ‘eggshell parenting’, mengacu pada kondisi di mana anak hidup dalam ketegangan konstan, selalu berusaha menyenangkan orang tua dan menghindari konfrontasi. Akibatnya, anak-anak ini sering kali mengembangkan kecemasan, rendah diri, dan kesulitan dalam membangun kemandirian.

Menurut psikolog anak, Dr. Sarah Miller, ‘Eggshell parenting’ bukanlah tentang niat buruk orang tua, melainkan seringkali berasal dari kecemasan orang tua itu sendiri atau keyakinan yang salah tentang bagaimana cara mendidik anak yang sukses. Namun, dampaknya pada anak bisa sangat menghancurkan.

Gejala anak yang tumbuh dalam lingkungan ‘eggshell parenting’ dapat meliputi kesulitan mengambil keputusan, ketakutan akan kegagalan, kecenderungan untuk menyalahkan diri sendiri, dan kesulitan dalam membentuk identitas diri yang otentik. Mereka mungkin juga mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan yang sehat karena terbiasa dengan dinamika hubungan yang penuh ketidakpastian dan kontrol.

Memutus rantai ‘eggshell parenting’ membutuhkan kesadaran dan usaha dari kedua belah pihak. Bagi orang tua, langkah awal adalah mengenali pola perilaku tersebut dan memahami dampaknya. Ini bisa melibatkan refleksi diri, mencari bantuan profesional, atau membaca literatur tentang pola asuh positif. Komunikasi terbuka dan empati menjadi kunci untuk membangun kembali kepercayaan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.

Anak-anak yang mengalami pola asuh ini juga perlu didorong untuk mengembangkan suara mereka sendiri dan belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Memberikan ruang untuk eksplorasi, mendukung keputusan mereka (bahkan jika berbeda dari pilihan orang tua), dan merayakan usaha mereka, bukan hanya hasil, adalah langkah penting. Mengajarkan anak untuk mengelola emosi mereka sendiri, tanpa merasa bertanggung jawab atas emosi orang tua, juga krusial.

Proses penyembuhan dari dampak ‘eggshell parenting’ bisa memakan waktu, namun penting untuk diingat bahwa perubahan positif sangat mungkin terjadi. Dengan kesabaran, pengertian, dan komitmen untuk tumbuh bersama, individu dapat memutus siklus negatif ini dan membangun hubungan keluarga yang lebih sehat dan suportif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp