Departemen Pertahanan Amerika Serikat, atau Pentagon, pada Senin (29/1/2024) telah merilis identitas dua prajurit Angkatan Darat AS yang gugur dalam serangan drone mematikan di Yordania. Serangan yang diduga dilancarkan oleh milisi yang didukung Iran itu menewaskan ketiganya pada Minggu (28/1/2024) di dekat perbatasan Suriah.
Dua prajurit yang identitasnya telah diumumkan adalah Sersan William Jerome Rivers dan Prajurit Kennedy J. Sanders. Keduanya merupakan anggota dari Kompi 707 dari Batalion 2 dari Resimen Lintas Udara ke-11 di Fort Carson, Colorado. Kematian mereka terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat perang antara Israel dan Hamas di Gaza.
Yang sangat menyentuh adalah kisah Prajurit Kennedy J. Sanders. Di usianya yang baru 19 tahun, Sanders diketahui baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2022. Ia bergabung dengan Angkatan Darat AS pada Juli 2023, menunjukkan dedikasi dan pengabdian negara di usia yang sangat muda. Kematiannya menjadi pengingat akan pengorbanan yang dilakukan oleh para prajurit muda AS dalam menjaga keamanan di berbagai belahan dunia.
Sementara itu, Sersan William Jerome Rivers, yang berusia 46 tahun, adalah seorang veteran yang telah mengabdi lebih lama. Ia berasal dari Carrollton, Georgia. Kepergian kedua prajurit ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, serta seluruh institusi militer AS.
Serangan yang merenggut nyawa kedua prajurit ini terjadi di sebuah pos terdepan di Yordania, yang dikenal sebagai Tower 22. Lokasi ini menjadi titik penting dalam operasi AS di wilayah tersebut. Presiden AS Joe Biden telah menyatakan bahwa serangan ini dilakukan oleh kelompok militan yang didukung oleh Iran, dan menegaskan bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban dari mereka yang bertanggung jawab. “Kami akan meminta pertanggungjawaban dari semua pihak yang bertanggung jawab pada waktu dan cara yang kami pilih,” ujar Biden dalam sebuah pernyataan.
Kejadian ini kembali menyoroti risiko yang dihadapi oleh pasukan AS yang ditempatkan di Timur Tengah di tengah eskalasi konflik regional. Pentagon terus melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi pelaku utama dan motif di balik serangan tersebut.
