Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
DUNIA

Iran Serang Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait

Oleh Heni Maulidya July 21, 2026 15 hours lalu 0 komentar

Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal darat-ke-darat terhadap sistem rudal High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) milik Amerika Serikat. Serangan ini terjadi di Camp Arifjan, Kuwait, yang menjadi lokasi penempatan alutsista militer AS.

Insiden ini menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, menyusul laporan intelijen yang menyebutkan adanya persiapan Iran untuk membalas serangan drone AS terhadap konsulatnya di Damaskus, Suriah. Serangan tersebut menewaskan dua jenderal Garda Revolusi Iran dan beberapa perwira lainnya pada 1 April 2024.

Laporan dari media yang mengutip sumber intelijen Amerika Serikat mengungkapkan bahwa rudal yang diluncurkan Iran berhasil menghantam area di dekat lokasi penempatan HIMARS. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai tingkat kerusakan atau korban jiwa akibat serangan tersebut. Namun, kejadian ini menandakan keseriusan Iran dalam merespons tindakan yang dianggap sebagai agresi.

Seorang pejabat pertahanan AS, yang berbicara dengan syarat anonim, membenarkan adanya aktivitas tersebut. “Kami sedang menilai situasi,” ujarnya singkat, mengindikasikan bahwa pihak AS tengah melakukan verifikasi dan analisis mendalam terhadap insiden tersebut. Pihak Pentagon belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait klaim serangan Iran.

Sebelumnya, Iran telah berulang kali menyatakan akan memberikan balasan setimpal atas serangan drone AS di Damaskus. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam pernyataannya pada 3 April 2024, menegaskan bahwa ‘rezim jahat’ yang harus dihukum atas serangan tersebut akan menerima hukuman yang setimpal. Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi mengenai langkah balasan yang akan diambil Teheran.

Penempatan sistem HIMARS di Camp Arifjan, Kuwait, merupakan bagian dari upaya Amerika Serikat untuk memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dan sebagai respons terhadap potensi ancaman regional. Sistem rudal ini dikenal memiliki mobilitas tinggi dan jangkauan yang signifikan, menjadikannya aset penting dalam strategi pertahanan AS.

Kementerian Luar Negeri Iran sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan serangan ini. Namun, para analis menilai bahwa tindakan ini, jika terkonfirmasi, akan semakin memperumit situasi keamanan di kawasan yang sudah bergejolak. Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri telah lama diwarnai ketegangan, terutama terkait program nuklir Iran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok militan di Timur Tengah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait