Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Piala Dunia Geopolitik Berakhir: Sorotan Kontroversial dan Performa Mengecewakan

Oleh Herfansyah July 21, 2026 22 hours lalu 0 komentar

Piala Dunia Geopolitik (GWC) 2026 baru saja mencapai puncaknya dengan kemenangan Spanyol, namun momen perayaan tersebut justru diwarnai oleh insiden tak terduga yang melibatkan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump terlihat mencoba naik ke podium juara di dekat New York, sebelum akhirnya ditarik turun oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, saat Rodri sedang menikmati momen kemenangannya. Perilaku Trump ini disebut sebagai “upaya putus asa untuk mencari perhatian” di akhir gelaran GWC yang lebih banyak diingat karena kontroversi geopolitiknya.

Sebelumnya, final GWC juga diwarnai oleh performa yang dianggap memalukan dari Argentina. Timnas berjuluk La Albiceleste ini dikritik karena dinilai tampil tanpa ambisi, kebanggaan, dan kualitas. Rekor tanpa tembakan ke gawang sepanjang 120 menit pertandingan, ditambah kartu merah yang diterima Enzo Fernández, semakin menambah catatan negatif. Bahkan, Lionel Messi turut dikritik karena dilaporkan meminta wasit Slavko Vincic untuk memberi kartu merah kepada Marc Cucurella. Insiden di akhir pertandingan, di mana para pemain Argentina kehilangan kendali, membuat taktik keras mereka di semifinal melawan Inggris terlihat seperti permainan anak-anak.

Di tengah sorotan tersebut, Donald Trump secara lantang memuji GWC sebagai “salah satu acara terhebat yang pernah diadakan.” Pernyataan ini muncul di tengah fakta bahwa gelaran kali ini memang menjadi Piala Dunia terbesar dengan jumlah tim, pertandingan, dan tuan rumah terbanyak. Namun, dari 104 pertandingan yang dihelat, banyak yang terasa monoton. Pertandingan seperti Ekuador 0-0 Curaçao, misalnya, menimbulkan pertanyaan apakah penonton di Inggris benar-benar rela begadang untuk menyaksikannya.

Meskipun demikian, GWC 2026 juga menyajikan momen-momen menarik. Cape Verde disebut sebagai “napas segar” yang mampu memberikan perlawanan sengit kepada Spanyol. Pertandingan mereka melawan Argentina di babak 32 besar bahkan diakui sebagai “kilas balik Piala Dunia yang tak terlupakan.” Timnas ini diharapkan dapat kembali tampil di edisi 2030. Selain itu, kemenangan dramatis Belgia atas Senegal dan duel sengit 6-4 antara Inggris melawan Prancis juga menjadi sorotan yang menghibur.

Komentar menarik dari penonton mencerminkan beragam opini terhadap gelaran ini. Paul Landaw berpendapat, “Sepak bola 1-0 Sh!thousery. Syukurlah anti-sepak bola gagal.” Sementara itu, Gordon MacLeod melontarkan usulan, “Bisakah kita memulai kampanye Stop Argentina?” dan Krishna Moorthy mengajukan pertanyaan jenaka, “Kapan foto Donald Trump sedang memandikan bayi Gianni Infantino akan muncul?” Artikel ini merupakan kutipan dari email harian “Football Daily”.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait