Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
OLAHRAGA

Evaluasi Timnas Voli: Pelatih Ungkap Akar Kekalahan dari Kamboja di SEA V Cup 2026

Oleh Emanuel July 20, 2026 1 day lalu 0 komentar

Tim Nasional Voli Putra Indonesia harus menelan pil pahit di final SEA V Cup 2026, Minggu (19/7), setelah takluk secara mengejutkan dari Kamboja. Kekalahan ini memicu evaluasi mendalam dari tim pelatih yang akhirnya membeberkan sejumlah masalah fundamental yang dihadapi skuad Garuda.

Menurut asisten pelatih Loudry Maspaitella, salah satu kendala utama tim adalah minimnya waktu persiapan yang memadai. “Kami hanya punya waktu sekitar tiga hari untuk mempersiapkan tim ini,” ungkapnya saat dihubungi pada Senin (20/7). Keterbatasan waktu ini berdampak pada belum optimalnya chemistry antar pemain, terutama bagi mereka yang baru bergabung dan belum terbiasa bermain bersama.

Masalah lain yang disorot adalah belum padunya lini serang timnas. Loudry menjelaskan bahwa serangan Indonesia masih bersifat individual dan belum mampu membaca permainan lawan dengan baik. “Serangan kita masih monoton, belum ada variasi. Pemain belum bisa membaca permainan lawan untuk melakukan serangan yang efektif,” tuturnya.

Selain itu, tingkat kebugaran pemain juga menjadi perhatian serius. Loudry mengakui bahwa stamina para pemain belum berada pada kondisi puncak. Hal ini terlihat dari performa yang menurun di set-set krusial pertandingan, yang pada akhirnya dimanfaatkan oleh Kamboja untuk membalikkan keadaan.

Di sisi lain, pelatih kepala Indonesia, Jeff Jiang Jie, juga menyoroti beberapa aspek teknis yang perlu dibenahi. Ia menyebutkan bahwa tim masih sering melakukan kesalahan-kesalahan mendasar, seperti servis yang keluar lapangan atau penerimaan bola yang kurang sempurna. “Ada beberapa pemain yang belum stabil dalam melakukan servis, dan penerimaan bola juga masih menjadi pekerjaan rumah,” ujar Jeff Jiang Jie.

Kekalahan dari Kamboja di final SEA V Cup 2026 ini menjadi catatan penting bagi tim pelatih untuk melakukan perbaikan signifikan. Fokus utama ke depan adalah meningkatkan intensitas latihan, membangun chemistry tim yang lebih kuat, serta meningkatkan kondisi fisik dan mental para pemain agar mampu bersaing di level internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait