Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
POLITIK

Grup Chat Unesa Tercemar Pelecehan Seksual Berkonten AI

Oleh Danu Ilham July 20, 2026 1 day lalu 0 komentar

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tengah menghadapi kasus pelecehan seksual yang janggal, melibatkan grup chat dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang tidak etis. Hingga kini, sebanyak 26 korban telah teridentifikasi dalam kasus yang menggegerkan ini. Sebagai langkah awal penanganan, enam mahasiswa yang diduga terlibat telah dinonaktifkan sementara dari status kemahasiswaannya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Modus pelecehan yang terjadi di dalam grup chat ini terbilang baru dan mengkhawatirkan. Pelaku diduga menyebarkan konten-konten yang tidak pantas dan melanggar etika, yang dihasilkan atau dimanipulasi menggunakan teknologi AI. Hal ini menambah dimensi baru pada persoalan pelecehan seksual, yang kini merambah ranah digital dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Pihak rektorat Unesa telah mengambil sikap tegas terkait insiden ini. Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan seksual, termasuk yang terjadi melalui platform digital. “Unesa berkomitmen zero tolerance terhadap kekerasan seksual, termasuk yang terjadi di grup chat,” tegas Prof. Nurhasan dalam keterangan resminya.

Untuk menindaklanjuti temuan ini, Unesa telah membentuk tim investigasi internal. Tim ini bertugas untuk mendalami seluruh aspek kasus, mulai dari identifikasi pelaku, pemetaan korban, hingga penelusuran lebih lanjut mengenai konten AI yang disebarkan. Keenam mahasiswa yang dinonaktifkan sementara ini akan menjalani proses pemeriksaan mendalam oleh tim tersebut.

Prof. Nurhasan menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum jika diperlukan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh proses penanganan berjalan adil dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Universitas juga berupaya memberikan pendampingan dan dukungan psikologis bagi para korban yang teridentifikasi.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital dan etika penggunaan teknologi, terutama di lingkungan pendidikan. Penyalahgunaan AI untuk tujuan pelecehan seksual menunjukkan adanya celah yang perlu segera diatasi, baik dari sisi regulasi maupun edukasi kepada seluruh sivitas akademika. Unesa berjanji akan terus melakukan evaluasi dan memperkuat sistem pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait