Saturday, 18 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Rafathar Bertemu Bahlil Lahadalia Berkat Lagu “Mas Bahlil Ganteng”

Oleh Wibowo July 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Fenomena lagu “Mas Bahlil Ganteng” (MBG) yang viral di media sosial tidak hanya menarik perhatian publik luas, tetapi juga merambah ke kalangan selebritas. Putra Raffi Ahmad, Rafathar Malik Ahmad, diketahui sangat menggemari lagu tersebut hingga membuatnya penasaran dengan sosok asli di balik nama “Bahlil” yang disebut dalam liriknya.

Rasa penasaran Rafathar akhirnya terobati saat Raffi Ahmad menunaikan ibadah haji tahun ini. Secara kebetulan, Raffi berada dalam satu rombongan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Di sela-sela waktu istirahat ibadah, keduanya sempat berbincang akrab, termasuk membahas lagu viral “Mas Bahlil Ganteng” yang sedang ramai dibicarakan.

Untuk mewujudkan keinginan Rafathar, Raffi Ahmad berinisiatif melakukan panggilan video ke Indonesia. Momen tersebut mempertemukan Rafathar dengan Bahlil Lahadalia secara virtual. Sang putra Raffi menunjukkan ekspresi kaget sekaligus malu saat akhirnya bisa bertatap muka dengan sosok yang selama ini ia cari. Menteri Bahlil menyapa Rafathar dengan hangat menggunakan panggilan “Adinda Rafathar”, yang kemudian disambut sopan oleh Rafathar sebelum Nagita Slavina mengambil alih percakapan.

Lagu “Mas Bahlil Ganteng” mulai dikenal luas berkat potongan liriknya yang unik. Raffi Ahmad mengungkapkan kepada Bahlil bahwa antusiasme masyarakat terhadap unggahan terkait lagu ini sangat tinggi. Ia menuturkan bahwa unggahan di akun Instagramnya yang membahas nasihat dari Bahlil telah ditonton lebih dari 12 juta kali, dengan banyak pengikut yang mengirimkan pesan pribadi menanyakan tanggapan sang menteri.

Lagu MBG ini dibuat menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) dengan sumber lirik dari komentar kreatif netizen. Viralitasnya terjadi secara organik dan alami. Menanggapi fenomena ini, Bahlil Lahadalia mengaku terkejut namun sangat menghargai kreativitas anak muda. Ia menyampaikan bahwa penggunaan media sosial harus tetap terukur dan mematuhi batasan etika, serta karya seni tidak boleh menyinggung isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Raffi Ahmad, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden, menyetujui pendapat Bahlil mengenai batasan dalam berkarya. Keduanya sepakat bahwa kreativitas yang berada di jalur yang benar patut diapresiasi. Bahlil menutup perbincangan dengan menegaskan bahwa menjadi objek perbincangan masyarakat adalah risiko pekerjaan sebagai pejabat publik. Baginya, kritik maupun candaan masyarakat adalah hal yang wajar diterima selama tujuannya baik dan dalam kerangka yang benar. Fenomena ini menunjukkan keterbukaan pejabat publik dalam merespons tren digital secara santai namun tetap berwibawa, serta sisi humanis seorang menteri yang mampu merangkul tren kekinian yang digemari anak-anak.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait