Masalah performa KTM di Sirkuit Sachsenring pada gelaran MotoGP Jerman bukanlah karena motor yang tidak stabil, melainkan kesulitan dalam melakukan manuver berbelok. Hal ini diungkapkan oleh pembalap Ducati Lenovo Team, Enea Bastianini, yang menilai bahwa aspek tersebut menjadi hambatan utama bagi pabrikan Austria tersebut di lintasan yang terkenal teknis.
Bastianini, yang berhasil naik podium kedua di seri tersebut, memberikan pandangannya mengenai performa para rivalnya. Menurutnya, KTM menunjukkan potensi yang cukup baik, namun terkendala pada bagian sirkuit yang menuntut perubahan arah cepat. “Saya pikir masalahnya bukan pada stabilitas, tetapi lebih pada motor yang kesulitan untuk berbelok di sini,” ujar Bastianini.
Ia menambahkan bahwa karakteristik Sirkuit Sachsenring yang banyak didominasi tikungan ke kiri, membutuhkan kemampuan motor untuk beradaptasi dengan cepat. “Bagi saya, ini adalah sirkuit yang sangat spesifik, yang berarti motor yang berbeda berperilaku sangat berbeda. Di sini, jika Anda kesulitan saat berbelok, Anda akan kehilangan banyak waktu,” jelas pembalap asal Italia itu.
Pernyataan Bastianini ini memberikan gambaran lebih mendalam mengenai tantangan yang dihadapi tim-tim MotoGP selain pabrikan yang mendominasi. Meskipun tidak secara langsung berkompetisi untuk kemenangan di posisi terdepan, analisis dari pembalap papan atas seperti Bastianini seringkali memberikan wawasan berharga mengenai kekuatan dan kelemahan setiap motor.
Lebih lanjut, Bastianini mengapresiasi perjuangan tim-tim lain, termasuk KTM, yang terus berupaya meningkatkan performa mereka. Ia memahami bahwa setiap sirkuit memiliki karakteristik unik yang dapat memengaruhi hasil balapan secara signifikan. “Saya melihat mereka cukup kuat, tetapi di sini mereka sedikit kesulitan untuk bermanuver dan ini membuat perbedaan,” tutup Bastianini, merujuk pada kendala teknis yang dialami KTM.
