Tim nasional Spanyol yang menjuarai Piala Dunia FIFA 2010 di Afrika Selatan dan skuad yang kini berambisi mengulang kejayaan tersebut di turnamen 2026 memiliki daya tarik tersendiri. BBC Sport melakukan penelusuran mendalam untuk membandingkan kedua generasi emas ini, menyoroti perbedaan dan persamaan yang mungkin menentukan nasib La Furia Roja di masa depan.
Generasi 2010 dikenal sebagai era dominasi tiki-taka di bawah asuhan Vicente del Bosque. Skuad yang bertabur bintang seperti Iker Casillas, Carles Puyol, Sergio Ramos, Xavi Hernández, Andrés Iniesta, dan David Villa, berhasil mengukir sejarah dengan trofi Piala Dunia pertama bagi Spanyol. Mereka menunjukkan permainan kolektif yang memukau, menguasai bola, dan mematikan lawan dengan umpan-umpan pendek yang presisi.
Kini, Spanyol dihadapkan pada tantangan untuk mengulang pencapaian tersebut di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Luis de la Fuente ini dihuni oleh talenta-talenta baru yang menjanjikan, seperti Pedri, Gavi, dan Ansu Fati, yang diprediksi akan menjadi tulang punggung tim di masa depan. Meskipun gaya permainan Spanyol mungkin masih mengakar pada penguasaan bola, ada indikasi evolusi menuju permainan yang lebih dinamis dan transisi cepat.
Perbandingan mendalam dapat dilihat dari komposisi pemain di setiap lini. Di bawah mistar, Casillas yang legendaris kini digantikan oleh generasi baru penjaga gawang yang memiliki refleks dan kemampuan distribusi bola yang baik. Lini pertahanan, yang dulu dikawal oleh duet Puyol-Ramos, kini diisi oleh kombinasi bek muda yang energik dan berpengalaman. Lini tengah, yang menjadi jantung permainan Spanyol di 2010 dengan Xavi dan Iniesta, kini diisi oleh gelandang-gelandang kreatif yang mampu memegang kendali permainan.
Di lini serang, David Villa yang menjadi top skor tim pada 2010, kini digantikan oleh penyerang-penyerang muda yang memiliki kecepatan dan naluri gol tajam. Kehadiran pemain-pemain seperti Ferran Torres dan Álvaro Morata memberikan opsi serangan yang beragam bagi tim. Perbedaan gaya bermain antara kedua tim mungkin akan menjadi kunci dalam menghadapi lawan-lawan tangguh di Piala Dunia 2026.
Meskipun demikian, semangat juang dan identitas permainan Spanyol tetap menjadi benang merah yang menghubungkan kedua generasi ini. Tekanan untuk tampil impresif dan meraih gelar tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi skuad 2026 untuk membuktikan diri bahwa mereka mampu melanjutkan warisan gemilang dari para pendahulunya.
