Saturday, 18 July 2026
BREAKING
DUNIA

Gedung Putih Bela Tim Argentina Terkait Insiden Bendera Kepulauan Falkland

Oleh Rini Widiyarti July 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Washington D.C. – Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih angkat bicara membela tim nasional Argentina terkait insiden penggunaan bendera Kepulauan Falkland (Malvinas) saat perayaan. Pernyataan ini berpotensi memperkeruh ketegangan yang telah muncul akibat kejadian tersebut, yang sebelumnya telah mendorong Downing Street (kantor Perdana Menteri Inggris) untuk mendesak FIFA melakukan investigasi.

Juru Bicara Gedung Putih, John Kirby, dalam sebuah konferensi pers pada hari Selasa (21/11/2023) waktu setempat, menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki pemahaman yang baik mengenai sensitivitas historis dan politik yang melekat pada Kepulauan Falkland. Ia menekankan bahwa hak setiap negara untuk mengekspresikan pandangan mereka di forum internasional adalah hal yang penting.

“Kami memiliki pemahaman tentang sensitivitas historis dan politik seputar Kepulauan Falkland,” ujar Kirby, sebagaimana dikutip dari Reuters. “Kami percaya bahwa penting bagi setiap negara untuk memiliki kebebasan dalam menyampaikan pandangannya di forum-forum tersebut.” Pernyataannya ini mengindikasikan bahwa Gedung Putih tidak melihat tindakan tim Argentina sebagai sesuatu yang perlu dikutuk atau diintervensi secara keras.

Insiden bendera tersebut terjadi setelah kemenangan dramatis timnas Argentina atas Belanda dalam perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar. Para pemain Argentina terlihat membawa dan mengibarkan bendera Kepulauan Falkland saat merayakan keberhasilan mereka. Tindakan ini sontak memicu reaksi keras dari Inggris, yang mengklaim kedaulatan atas kepulauan tersebut, yang oleh Argentina disebut sebagai Kepulauan Malvinas.

Kementerian Luar Negeri Inggris sebelumnya telah menyatakan keprihatinan mereka dan menyerukan agar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) meninjau insiden tersebut. Sikap Inggris ini didukung oleh Perdana Menteri Inggris saat itu, yang mendesak adanya penyelidikan untuk memastikan bahwa aturan FIFA mengenai netralitas politik ditegakkan.

Namun, pembelaan dari Gedung Putih ini memberikan dimensi baru pada perdebatan yang telah berlangsung. Sikap AS yang cenderung netral dan menghargai kebebasan berekspresi ini mungkin akan mempengaruhi tekanan internasional terhadap FIFA. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari FIFA mengenai kemungkinan investigasi terhadap insiden bendera Kepulauan Falkland tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait