Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tudingan bahwa Tiongkok telah melakukan campur tangan dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2020. Pernyataan keras ini disampaikan Trump dalam sebuah pidato yang digelar di Gedung Putih pada hari Kamis, 16 Juli.
Menurut Trump, intervensi Tiongkok ini merupakan bentuk pembalasan terhadap kebijakan perdagangan yang telah ia terapkan. Ia mengklaim bahwa Tiongkok ‘sangat ingin’ agar ia kalah dalam pemilihan presiden mendatang. Trump secara spesifik menyebut bahwa Tiongkok tidak ingin dirinya terpilih kembali karena ia telah memimpin upaya untuk ‘mengakhiri ketergantungan’ Amerika Serikat pada Tiongkok.
Presiden AS ini juga menyatakan bahwa ia telah memperingatkan Tiongkok tentang potensi risiko yang akan dihadapi jika mereka melanjutkan praktik-praktik yang dianggapnya merugikan Amerika Serikat. Trump menekankan bahwa ia telah menyampaikan ancaman tersebut kepada para pemimpin Tiongkok.
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia merasa bahwa WHO telah ‘terlalu dekat’ dengan Tiongkok, menyiratkan adanya keberpihakan organisasi tersebut. Kekecewaan ini menjadi salah satu alasan utama di balik keputusannya untuk menarik Amerika Serikat dari WHO.
Trump menyatakan, “Saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Kami tidak akan membiarkan Tiongkok terus melakukan hal-hal yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun.” Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat telah kehilangan triliunan dolar karena Tiongkok, dan ia tidak akan membiarkan hal itu berlanjut. Trump secara tegas menyatakan bahwa negara-negara lain tidak akan lagi “memeras” Amerika Serikat.
Tuduhan campur tangan asing dalam pemilihan umum Amerika Serikat bukanlah hal baru bagi pemerintahan Trump. Sebelumnya, intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Rusia berupaya mempengaruhi Pilpres AS 2016 untuk mendukung Trump. Namun, dalam konteks Pilpres 2020, Trump secara eksplisit menunjuk Tiongkok sebagai aktor yang berpotensi melakukan campur tangan.
