Sebuah longsor besar menghantam wilayah Pengshui Miao dan Tujia Autonomous County di Chongqing, Tiongkok barat daya pada Jumat pagi (22/9/2023). Peristiwa tragis ini tidak hanya menimbun ruas jalan, tetapi juga merenggut nyawa sedikitnya 15 orang dan memaksa ribuan warga lainnya mengungsi demi keselamatan.
Bencana alam ini terjadi sekitar pukul 06.00 waktu setempat. Material longsoran yang sangat banyak menutupi jalanan, menghancurkan rumah-rumah warga, dan menyebabkan kepanikan.
Juru bicara pemerintah daerah, dalam keterangannya pada Sabtu (23/9/2023), mengonfirmasi jumlah korban tewas dan menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan. “Kami masih berupaya mencari korban yang hilang dan memastikan semua warga yang terdampak mendapatkan bantuan,” ujar juru bicara tersebut.
Akibat longsor, sekitar 1.200 warga dari tiga desa dilaporkan harus segera dievakuasi. Mereka kini ditempatkan di tempat penampungan sementara yang telah disiapkan oleh otoritas setempat. Fasilitas darurat seperti tenda, selimut, dan makanan telah didistribusikan kepada para pengungsi.
Selain menelan korban jiwa dan memaksa pengungsian massal, longsor di Chongqing ini juga menyebabkan kerugian materiil yang signifikan. Sejumlah rumah dilaporkan hancur total, dan infrastruktur jalan di area tersebut mengalami kerusakan parah, mengganggu akses transportasi.
Penyebab pasti dari longsor ini masih dalam penyelidikan oleh tim ahli geologi. Namun, dugaan awal mengarah pada curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, yang memicu ketidakstabilan tanah.
Pemerintah Tiongkok telah mengerahkan tim reaksi cepat dan personel penyelamat untuk menangani dampak bencana ini. Upaya pemulihan dan normalisasi kondisi di wilayah yang terdampak menjadi prioritas utama saat ini.
