Saturday, 18 July 2026
BREAKING
HIBURAN

Asisten Matthew Perry Divonis 41 Bulan Penjara atas Peran Suntik Ketamin Mematikan

Oleh Wibowo July 18, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Kenneth Iwamasa, asisten pribadi mendiang aktor Matthew Perry, dijatuhi hukuman penjara selama 41 bulan oleh pengadilan federal Amerika Serikat pada Rabu (27/5). Vonis ini terkait perannya dalam memasok dan menyuntikkan ketamin dosis tinggi yang berujung pada kematian Perry akibat overdosis pada Oktober 2023. Hakim Distrik AS Sherilyn Peace Garnett juga mewajibkan Iwamasa membayar denda US$10.000.

Iwamasa merupakan terdakwa terakhir yang menerima vonis dalam kasus yang melibatkan lima orang. Ia sebelumnya telah mengaku bersalah atas konspirasi distribusi ketamin yang menyebabkan kematian dan cedera serius pada Agustus 2024. Meskipun tidak memiliki kualifikasi medis, Iwamasa berulang kali menyuntikkan obat tersebut kepada bintang serial “Friends” itu.

Jaksa menyoroti bahwa Iwamasa mengetahui riwayat kecanduan Perry, namun alih-alih membantu pemulihan, ia justru memfasilitasi akses terhadap obat keras. Dokumen pengadilan merinci keterlibatan Iwamasa dalam konspirasi ini, termasuk bekerja sama dengan dokter Salvador Plasencia untuk membeli puluhan botol ketamin senilai US$57.000, belajar cara menyuntikkan obat secara mandiri, mengabaikan reaksi berbahaya Perry, serta mencari pasokan baru dari bandar narkoba.

Pada hari kematian Perry, Iwamasa menyuntikkan setidaknya tiga dosis ketamin di kediaman aktor tersebut. Tindakannya dianggap sebagai pengkhianatan terhadap tanggung jawab profesionalnya, mengingat gajinya yang tinggi seharusnya digunakan untuk memastikan Perry mengonsumsi obat sesuai resep legal, bukan zat ilegal.

Setelah menemukan Perry tak bernyawa, Iwamasa menghubungi layanan darurat 911. Namun, dalam interogasi awal, ia sengaja tidak menyebutkan suntikan ketamin yang baru saja diberikan. Penyelidikan mengungkap bahwa Iwamasa sempat menghapus bukti penggunaan obat di rumah Perry dan melaporkan aksi pembersihan bukti tersebut kepada rekan konspiratornya.

Kasus ini mengungkap jaringan gelap yang mengeksploitasi kerentanan individu yang berjuang melawan kecanduan. Berikut adalah ringkasan vonis bagi para pihak yang terlibat:

  • Jasveen Sangha (Bandar Narkoba “Ketamine Queen”): 15 Tahun Penjara
  • Kenneth Iwamasa (Asisten Pribadi): 41 Bulan Penjara
  • Salvador Plasencia (Dokter Pemasok Utama): 2,5 Tahun Penjara
  • Erik Fleming (Konselor/Perantara Distribusi): 2 Tahun Penjara

Salvador Plasencia diketahui telah menyerahkan izin praktiknya sebagai dokter pada September 2025. Kasus ini menjadi peringatan keras mengenai bahaya penyalahgunaan obat keras dan krusialnya pengawasan medis yang ketat.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait