Seorang pengamat bintang bernama Rob Gell menemukan sebuah struktur geologis yang ternyata merupakan kawah meteor berusia 390 juta tahun di Quebec, Kanada. Penemuan tak sengaja ini berawal dari pengamatan peta digital Google Maps, yang kemudian mengarah pada identifikasi sebuah fitur unik di lanskap Quebec.
Gell, yang sehari-hari berprofesi sebagai pengamat bintang, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada pola-pola aneh di permukaan bumi membawanya menjelajahi citra satelit. “Saya melihat fitur melingkar yang sangat jelas di Google Earth,” ujar Gell. “Saya menyadari ini bukan fitur geologis biasa.” Ketelitiannya kemudian terbukti benar.
Setelah melakukan riset lebih lanjut, Gell mengonfirmasi bahwa fitur melingkar tersebut adalah kawah meteor yang telah berusia sangat tua, sekitar 390 juta tahun. Lokasi penemuan ini berada di wilayah Quebec, sebuah provinsi di Kanada yang kaya akan formasi geologis menarik. Usia kawah ini menempatkannya sebagai salah satu struktur dampak tertua yang diketahui di Bumi.
Penemuan kawah meteor ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi modern seperti Google Maps dapat berkontribusi pada ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang geologi dan astronomi. Fitur melingkar yang awalnya tampak seperti anomali di peta digital Google, setelah dianalisis oleh Gell, ternyata menyimpan cerita tentang peristiwa kosmik miliaran tahun lalu. Hal ini membuka potensi penemuan-penemuan serupa di masa depan melalui eksplorasi data geospasial.
