Saturday, 18 July 2026
BREAKING
POLITIK

Inovasi Kearifan Lokal: BSKDN Gandeng Mahasiswa KKN Uncen untuk Pembangunan Berkelanjutan Yapen

Oleh Danu Ilham July 17, 2026 3 hours lalu 0 komentar

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, menyerukan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cenderawasih (Uncen) untuk berperan aktif dalam mengembangkan inovasi yang berakar pada kearifan lokal. Ajakan ini disampaikan dalam rangka mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah Kepulauan Yapen, Papua.

Menurut Yusharto, para mahasiswa KKN Uncen memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. “Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan program KKN seperti biasa, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan menggali potensi kearifan lokal yang ada di masyarakat Kepulauan Yapen,” ujar Yusharto. Ia menekankan bahwa kearifan lokal ini, jika dikemas dalam bentuk inovasi, dapat menjadi fondasi kuat untuk pembangunan yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Yusharto menjelaskan bahwa pengembangan inovasi berbasis kearifan lokal ini sejalan dengan program BSKDN dalam memperkuat strategi kebijakan pembangunan di daerah. “Kearifan lokal merupakan aset tak ternilai yang seringkali belum tergarap secara optimal. Dengan sentuhan inovasi, kekayaan budaya dan kearifan masyarakat lokal dapat diangkat menjadi solusi konkret bagi berbagai persoalan pembangunan, mulai dari ekonomi, sosial, hingga lingkungan,” paparnya.

Beliau juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan gagasan ini. Mahasiswa KKN Uncen, sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat, memegang peranan krusial. “Melalui interaksi langsung di lapangan, mahasiswa dapat memahami denyut nadi masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan riil, sekaligus merumuskan solusi inovatif yang relevan dan dapat diterima oleh masyarakat setempat,” imbuh Yusharto.

Dalam kesempatan yang sama, Yusharto juga mengingatkan bahwa program KKN ini bukan sekadar pengabdian, melainkan juga ajang pembelajaran dan pembentukan karakter bagi mahasiswa. “Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, sekaligus belajar tentang dinamika masyarakat dan tantangan pembangunan di daerah,” tutupnya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait