Saturday, 18 July 2026
BREAKING
DUNIA

Israel Gencarkan Serangan ke Gaza, Korban Berjatuhan Pasca-Gencatan Senjata

Oleh Heni Maulidya July 18, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Jalur Gaza kembali dilanda eskalasi kekerasan. Israel dilaporkan meningkatkan serangan militernya di wilayah tersebut sejak gencatan senjata berlaku, memicu kembali jatuhnya korban jiwa. Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk akibat dari peningkatan intensitas serangan ini.

Sejak perjanjian gencatan senjata yang ditengahi Mesir pada Jumat (24/11/2023) malam, pasukan Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara dan darat terhadap berbagai target di Gaza. Laporan awal menyebutkan bahwa sedikitnya 10 warga Palestina tewas dalam serangan terbaru ini, menambah jumlah korban tewas yang telah mencapai ratusan sejak konflik memanas.

Pihak Israel mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok militan Palestina. Namun, klaim ini dibantah oleh sumber-sumber Palestina yang menyatakan bahwa Israel sengaja mencari alasan untuk melanjutkan agresi mereka. “Ini adalah kebohongan yang dibuat-buat untuk membenarkan pembunuhan massal,” ujar seorang pejabat Hamas yang tidak ingin disebutkan namanya.

Direktur Palang Merah Internasional di Gaza, Dr. Ahmed Al-Khatib, menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi. “Kami menyaksikan dengan ngeri bagaimana korban terus berjatuhan. Fasilitas medis yang sudah kewalahan kini menghadapi gelombang pasien baru. Kami menyerukan semua pihak untuk segera menghentikan kekerasan dan menghormati gencatan senjata yang telah disepakati,” katanya dalam sebuah pernyataan pers.

Serangan Israel dilaporkan menargetkan infrastruktur sipil, termasuk perumahan dan fasilitas publik, yang semakin menambah penderitaan warga sipil yang telah lama terisolasi. Warga Gaza yang selamat dari serangan sebelumnya kini harus kembali menghadapi ancaman kematian dan kehancuran. “Kami tidak tahu lagi harus berlindung di mana. Setiap saat bisa menjadi akhir bagi kami,” tutur seorang warga Gaza, Ummu Muhammad, dengan suara bergetar.

Peningkatan serangan ini menimbulkan kekhawatiran internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, telah mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata. “Kami sangat prihatin dengan laporan peningkatan kekerasan di Gaza. Komunitas internasional harus bekerja keras untuk memastikan gencatan senjata ini bertahan dan upaya perdamaian dapat dilanjutkan,” tegas Dujarric dalam konferensi pers di New York.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait