Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menghadapi desakan untuk segera memerintahkan audit menyeluruh terhadap lahan perkebunan sawit yang kini dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara. Indikasi penurunan produktivitas pada kebun-kebun sawit sitaan negara ini menjadi alasan utama munculnya tuntutan tersebut.
Sumber informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa produktivitas kebun sawit yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan negara mengalami tren penurunan yang signifikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait efektivitas pengelolaan dan potensi kerugian negara yang lebih besar jika tidak segera ditangani.
Ketidakpuasan terhadap performa PT Agrinas Palma Nusantara sebagai pengelola semakin menguat. Kalangan yang mendesak audit berpendapat bahwa audit total mutlak diperlukan untuk mengevaluasi secara komprehensif seluruh aspek pengelolaan, mulai dari operasional harian, manajemen sumber daya, hingga dampak finansial yang ditimbulkan.
Salah satu poin krusial yang disorot adalah potensi hilangnya pendapatan negara akibat penurunan hasil panen. Audit ini diharapkan dapat mengungkap akar permasalahan penurunan produktivitas, apakah disebabkan oleh faktor internal pengelolaan PT Agrinas Palma Nusantara, kondisi lahan, atau faktor eksternal lainnya.
Lebih lanjut, desakan ini juga mengarah pada permintaan transparansi penuh dari PT Agrinas Palma Nusantara. Pihak-pihak yang terkait menginginkan agar seluruh data terkait produksi, biaya operasional, dan laporan keuangan disajikan secara terbuka untuk diaudit. Hal ini penting guna memastikan akuntabilitas pengelolaan aset negara.
Meskipun belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait tuntutan audit ini, namun isu penurunan produktivitas kebun sawit sitaan negara tersebut menjadi perhatian serius. Langkah audit menyeluruh diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengembalikan performa kebun sawit tersebut ke jalur yang optimal dan mengamankan aset negara.
